Selama beberapa hari terakhir, kita telah melihat dolar AS terus bergerak mendekati level resistance kunci di 101,53 (DXY); tanda kembalinya tren bullish. Yang terus bergerak dan mengokohkan tren bullish sejak dimulai pada malam pemilihan presiden dan terus berlangsung  sampai awal Januari, dan juga turut didorong oleh kenaikan suku bunga The Fed pada pertengahan Desember. Tetapi sepanjang Januari terlihat habis tenaga yang akhirnya, kembali dukungan itu muncul pada paruh pertama bulan Februari ini.

Tapi sejak pertengahan Februari, Dollar AS kembali ke level resistennya minggu lalu, yang sampai saat ini para pembeli seakan tidak mampu untuk melanjutkan tren beli mereka sampai ke tingkat tertingginya menembus area resisten tersebut. Secara historis teknikalnya, bullish dan bearish akan sangat relatif bila ingin ditentukan pergerakannya. Greenback terus diperdagangkan di atas level resistance sepanjang tahun 2015. Semua ini akan menjadi bullish dilihat perspektif-gambaran yang lebih besar untuk jangka panjangnya.

Kemudian para analis mulai “ragu” akan ketangguhan tren bullish tersebut dengan alasan; kenaikan suku bunga Federal Reserve, yang¬† beberapa minggu terakhir menunjukkan pada kita, pasar tidak ‘membeli gagasan’ hiking Fed pada bulan Maret, mereka juga tidak terpengaruh gagasan bahwa Fed akan terus menaikkan suku bunga tiga kali tahun ini. Tapi muncul akan adanya potensi kebijakan fiskal baru yang akan diluncurkan dalam bentuk pemotongan pajak, yang membuat para pelaku pasar sulit dalam menentukan ‘sentimennya’.

Sementara Fed tetap tidak terlalu berkomitmen terhadap kenaikan suku bunga di masa depan, dan melihat kenaikan tersebut “harus” memiliki efek ‘lebih awal daripada di kemudian’ yang diyakini para analis dalam upaya menjaga ekonomi AS dari overheating (atau setidaknya, untuk mencegah terjadinya “bubbles” di pasar). Jadi, sikap pasar beberapa hari ini menjadi tolak ukur sentimen yang akan terbentuk, pasar hati-hati agar tidak terperosok dalam ketidakpastian Dollar AS sampai Fed benar-benar menunjukkan sikap yang dapat lebih meyakinkan pasar bahwa kenaikan suku bunga memang sudah tepat datang ‘lebih awal daripada kemudian untuk menunjang perekonomian AS.

By |2017-02-24T02:45:06+00:00February 24th, 2017|Analisa|0 Comments

Leave A Comment