Para spekulan mengurangi posisi untuk jual pada Treasury Futures dan menambahkan posisi jual untuk Eurodollar hingga mencapai posisi rekor baru dalam tindakan sprekulatif untuk aksi jual Eurodollar yang dilatarbelakangi oleh semakin yakinnya mereka akan adanya kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (Fed) di bulan Maret mendatang. Sinyal mulai muncul bahwa pedagang yang membangun momentum aksi jual yang besar, atau para hawkishyang telah menjadi basis bagi eurodollar sejak awal 2016 bisa mulai melempar handuk pada kenaikan suku bunga Fed Maret.

CME menegaskan bahwa pada hari Rabu telah melihat rekor lonjakan untuk volume dari fed fund futures sebanyak 658.7 ribu kontrak, mengalahkan rekor sebelumnya dari 613 ribu pada 9 November, sehari setelah pemilihan presiden AS. Selama sesi Rabu, total 283 ribu kontrak Fed April berjangka yang diperdagangkan, yang tercatat sebagai volume terbesar harian yang  terlihat dalam kontrak. Open interest dalam kontrak naik 109 ribu, yang dimana sebelum rilis data minutes dari Fed mereka menyarankan beberapa aksi jual (short-covering) dan pasca rilis data Feds minutes mereka menyarankan untuk posisi potensial untuk melakukan aksi beli.

Morgan Stanley mengatakan dalam sebuah catatan, menambahkan bahwa “investor hawkish semakin menyerah pada kenaikan bunga Maret dan terus mengalihkan fokus mereka ke kebijakan bulan Mei mendatang.”