Strategydesk – Dollar terkoreksi sejak akhir pekan lalu karena aksi ambil untung dari penguatan yang didukung oleh ekspektasi kenaikan suku bunga the Fed.
Ketua the Fed Janet Yellen Jumat lalu mengatakan pihaknya siap menaikkan suku bunga selama data ekonomi seperti lapangan kerja dan inflasi terus menanjak. Pernyataan yang hawkish dari Yellen memperkuat ekspektasi the Fed bisa menaikkan suku bunga dalam rapat 14-15 Maret nanti. Selain Yellen, sepanjang minggu lalu beberapa pejabat regional the Fed juga menyatakan mendukung wacana kenaikan suku bunga lanjutan.
Fed fund futures menempatkan probabilitas 85% terjadi kenaikan suku bunga dalam rapat bulan ini, naik dari 60% beberapa hari sebelumnya, ,menurut hasil survey CME Group. Namun, spekulan mengurangi posisi bullish pada dollar di minggu yang berakhri 28 Februari, menyebabkan posisi net long ke level terendah sejak Oktober, menurut CFTC.
Tidak ada even penting terjadwal di AS malam nanti, tapi fokus minggu ini tertuju ke data ketenagakerjaan AS yang akan diumumkan Jumat. Data Non-farm payroll menjadi penentu apakah kenaikan suku bunga bisa terjadi bulan ini. Even penting lainnya minggu ini adalah rapat reguler ECB, yang digelar Kamis.
Prospek kenaikan suku bunga the Fed seharusnya menjaga tren dollar. Namun pasar tetap membutuhkan katalis agar ekspektasi itu terjaga. Indeks dollar bertengger di 101,42 setelah jatuh 0,8% akhir pekan lalu. Indeks diperkirakan bergerak dalam range 101-101,50. Terhadap yen, dollar diperdagangkan di 113,78 setelah melemah 0,3% akhir pekan lalu.

EURUSD

EURUSD 6 Mar

USDJPY

USDJPY 6 Mar

GBPUSD

GBPUSD 6 Mar

USDCHF

USDCHF 6 Mar

AUDUSD

AUDUSD 6 Mar