Strategydesk – Dollar mengalami kejatuhan tajam setelah the Fed menaikkan suku bunga tapi menyampaikan proyeksi yang tidak seagresif perkiraan.
The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 bps menjadi 1%, sesuai prediksi. Sang ketua Janet Yellen mengatakan ekonomi berjalan baik, di mana tingkat pengangguran turun dan semakin banyak orang yang optimis dengan prospek ke depan. Tapi the Fed mengindikasikan proses normalisasi hanya dilakukan secara bertahap, memproyeksikan kenaikan dua kali lagi tahun ini dan tiga kali tahun depan.
Analis mengatakan the Fed berusaha mengimbangi antara proses normalisasi kebijakan dan stabilitas nilai tukar. Kejatuhan dollar mencerminkan pelaku pasar kecewa dengan tidak adanya perubahan proyeksi kenaikan untuk tahun ini, yaitu tetap tiga kali. Proyeksi yang tersaji dalam dot plot ternyata tidak banyak berubah.
Indeks dollar berada di 100,63 setelah anjlok 1,2% kemarin. Penutupan di bawah 100,40 menjadi bearish continuation dengan target 100,20-100.00. Terhadap yen, dollar diperdagangkan 113,39 setelah jatuh 1% kemarin. Atas franc, dollar bertengger di 1,0000 setelah jatuh 1%.
Sementara itu, major currencies lainnya berhasil rebound. Selain karena kejatuhan dollar, euro terangkat setelah hasil pemilu Belanda menunjukkan partai pimpinan Geert Wilders gagal meraih kursi sebanyak perkiraan. Sterling juga menguat tajam, tapi lajunya terhambat menjelang hasil rapat BOE sore ini.

EURUSD

EURUSD 16 Mar

USDJPY

USDJPY 16 Mar

GBPUSD

GBPUSD 16 Mar

USDCHF

USDCHF 16 Mar

AUDUSD

AUDUSD 16 Mar