Goldman Sachs, salah satu pelaku perbankan terbesar di AS menutup dua transaksi “top trade” posisi “long-dollar”, yang menurut mereka keduanya dapat menimbulkan kerugian, suatu pernyataan dari mereka pada hari Selasa kemarin. “Dalam beberapa tahun terakhir, kami (Goldman Sachs) pada umumnya mempertahankan posisi long-dollar tersebut karena menurut pandangan kami tren bullish dollarmasih mendominasi, ekonomi domestik yang sehat, bank sentral yang aktif, dan ketidakpastian politik yang lebih rendah dibandingkan dengan wilayah Inggris dan Eropa,” catatan dari¬†Goldman Sachs.¬† “Namun, sejumlah fundamental telah berubah pada margin, sehingga ‘cerita’ long-dollar tidak lagi menjaminprofit di antara ‘Top Trades’ kami.”

Alasan kedua, pekan lalu, Trump mengatakan mata uang dollar AS “terlalu kuat” dalam sebuah wawancara dengan The Wall Street Journal, dan kami sependapat.

Yang ketiga adalah; pernyataan dari Federal Reserve A.S mengenai neraca mereka. “Pasar FX dan kami terutama mengharapkan FOMC memberikan pernyataan positif soal kenaikan suku bunga lanjutannya, yang ternyata pejabat Fed tidak terburu-buru untuk mempercepat kenaikan tersebut, yang menurut rencana kenaikan pada pertemuan bulan Juni dan September, tertundanya kenaikan suku bunga tersebut untuk sebuah ” Normalisasi neraca ” yang akan dimulai pada kuartal keempat nanti. Mengindikasikan bahwa Fed akan mulai mencairkan sebagian dari obligasi senilai $ 4,5 triliun dalam neraca tahun ini. The Fed mengumpulkan sebagian besar obligasi yang dimilikinya selama tiga putaran “pelonggaran kuantitatif,” sebuah program pembelian obligasi bulanan yang bertujuan untuk menjaga laju ekonomi setelah krisis keuangan 2008 lalu.
Fed kemungkinan akan menghentikan kenaikan suku bunga pada saat proses normalisasi dimulai.
“Akibatnya, dolar tidak diuntungkan sama seperti yang kita duga dari komentar-komentar hawkish para pejabat Fed mengenai tingkat suku bunga dalam beberapa bulan terakhir,” katanya (Goldman Sachs).

By |2017-04-21T01:44:42+00:00April 21st, 2017|Analisa|0 Comments

Leave A Comment