Strategydesk – Minyak naik tipis hari ini namun masih bergerak dekat level terendah dalam sebulan karena kekhawatiran mengenai bertambahnya produksi AS dan keraguan mengenai kemampuan OPEC memperpanjang kesepakatan pemangkasan.

Oil 3Harga terus dalam tekanan selama beberapa sesi terakhir karena kekhawatiran meningkatnya produksi shale di AS. Pengebor AS minggu lalu menambah kilang aktif selama 14 minggu berturut-turut, menurut laporan Baker Hughes. Jumlah kilang aktif mencapi 688, terbanyak sejak September 2015. Apalagi Presiden Trump berencana menandatangani peraturan eksekutif mengenai energi dan lingkungan minggu ini, yang memperlonggar aturan eksplorasi.

Tekanan ke harga juga datang dari keraguan akan berlanjutnya kesepakatan pemangkasan output pada semester kedua. OPEC dan beberapa produsen besar seperti Rusia sepakat untuk memangkas output sekitar 1,8 juta barel per hari selama semester pertama. Keputusan final mengenai lanjut tidaknya kesepakatan ini akan diputuskan pada 25 mei nanti. Tapi Rusia kemarin mengatakan output-nya bisa menyentuh level tertinggi dalam 30 tahun bila kesepakatan tidak lanjut.

Fokus kini tertuju ke data cadangan mingguan, baik versi swasta maupun pemerintah. Data versi American Petroleum Institute (API) akan diumumkan nanti malam, sedangkan versi Energy Information Administration dipublikasikan besok malam. Kenaikan cadangan tentunya menambah tekanan ke harga. Pada jam 17:30 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Juni naik 27 sen ke $49,45 per barel. Harga sudah jatuh selama delapan sesi terakhir. Level $48,80-48,40 menjadi support, bila ditembus harga terancam menuju $48,00. Level $50 menjadi resistance, penembusan level menjadi jalan untuk menuju $50,50.

By |2018-07-21T22:02:51+00:00April 25th, 2017|Laporan Pasar|0 Comments

Leave A Comment