Kenaikan tipis rupiah memperlihatkan bahwa rupiah masih membutuhkan banyak amunisi sentimen untuk membuatnya bertahan di zona hijau.

Beruntungnya, rupiah pekan kemarin dengan adanya pelemahan pada USD dan EUR untuk antisipasi pertemuan bank sentral di akhir pekan kemarin, bisa menguat tipis.

“Jika tidak ada kondisi tersebut maka rupiah pun masih cenderung variatif melemah,” ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Senin (28/8/2017).

Kondisi inilah yang dinilai Reza sebaiknya diwaspadai, seiring masih adanya kerentanan bagi rupiah untuk berbalik terdepresiasi jika sejumlah mata uang hard currency berbalik naik meski diimbangi dengan sentimen positif di dalam negeri.

“Cermati dan waspadai berbagai sentimen yang dapat menghalangi potensi penguatan lanjutan pada Rupiah, terutama dari imbas penyampaian pandangan moneter dari The Fed dan ECB di akhir pekan kemarin,” katanya.

Reza memperkirakan, laju rupiah pada hari ini akan berada di rentang support Rp13.375/USD dan resisten Rp13.328/USD.