Salah satu indikator yang telah teruji keakuratannya tengah menunjukkan aksi jual di Standard & Poor’s 500 sebanyak 5 persen, cetus seorang analis di Fundstrat.

Ukuran ini memiliki track record yang hampir sempurna untuk memprediksi koreksi, Tom Lee dari Fundstrat menulis dalam sebuah catatan kepada klien minggu lalu. “Jika preseden historis berlaku, S & P 500 ditetapkan sekitar 4 persen sampai 5 persen penurunan di bulan depan menjadi 2.300 atau lebih,” paparnya.

Dia melihat persentase saham yang diperdagangkan NYSE yang harganya lebih tinggi dari harga penutupan rata-rata mereka selama 200 hari perdagangan terakhir, sebuah sinyal teknis yang disebut moving average 200 hari. Ini adalah ukuran standar yang digunakan oleh analis teknik untuk menentukan apakah momentum pasar sedang naik atau turun.

Lee mengatakan bahwa di 23 dari 24 contoh saham tergelincir di bawah rata-rata pergerakan 200 hari mereka, indeks S & P 500 turun 4 persen atau lebih.

Pada hari Jumat jumlah perdagangan saham di atas rata-rata pergerakan 200 hari mereka turun menjadi tepat 50 persen. Inilah titik kritis dimana Lee mengatakan S & P 500 akan mulai turun.

Dan sejarah menunjukkan bahwa ketika S & P 500 jatuh dalam skenario ini, ia jatuh pada atau di bawah rata-rata pergerakan 200 hari pada sebagian besar waktu tersebut.

Rata-rata pergerakan saat ini di S & P 500 saat ini sekitar 2.354. Itu bisa jatuh ke 2.300 atau lebih buruk, drop hampir 150 poin dari level 2.445 saat ini.