Kepemilikan obligasi Amerika Serikat di China, dalam surat berharga dan obligasi menguat untuk bulan ketujuh berturut-turut menjadi 1,2 triliun dolar AS, naik 34,5 miliar dolar AS dari bulan sebelumnya, menurut data Departemen Keuangan AS yang dirilis Selasa di Washington. Itu merupakan level tertinggi sejak Juli 2016.

China tetap menjadi kreditor asing terbesar AS di depan Jepang, yang memiliki 1,1 triliun dolar AS, turun 11,4 miliar dolar AS dari bulan Juli.

Hingga akhir Agustus tahun ini, kepemilikan kreditor utama AS terhadap obligasi pemerintah AS mencapai sekitar 6,27 triliun dollar AS, naik dari akhir Juli 6,25 triliun dollar AS. Di antara mereka, China dan Jepang memegang obligasi Treasury AS menyumbang lebih dari sepertiga dari semua kepemilikan asing atas Treasuries.

Cadangan devisa China meningkat untuk bulan kedelapan menjadi 3,11 triliun dolar AS pada bulan September, menurut data dari People’s Bank of China.

Arus keluar modal negara telah mereda di tengah kontrol yang lebih ketat, membantu menstabilkan mata uang. Yuan telah menguat sebanyak 8 persen terhadap dolar AS tahun ini, rebound dari kerugian sekitar 6,5 persen tahun lalu, Bloomberg melaporkan.

Sebuah pernyataan dari Administrasi Pertukaran Valuta Asing mengatakan sebelumnya bahwa situasi ekonomi dan keuangan China telah stabil, memberikan jaminan mendasar untuk pemulihan cadangan devisa secara stabil.