Indeks Dolar mencapai level tertinggi dalam tiga bulan terakhir terhadap mata uang utama lainnya pada hari Jumat akhir pekan lalu, investor akan terus melihat perkembangannya sampai Desember mendatang, apakah Fed akan melanjutkan menaikkan suku bunga di tengah data yang menunjukkan penguatan ekonomi domestik. Namun bagi Eichengreen, seorang profesor ilmu ekonomi dan ilmu politik dari University of California, Berkeley, mengatakan kepada CNBC pada hari Senin, bahwa nilai dolar di masa depan akan lebih ditentukan oleh kebijakan luar negeri A.S, daripada oleh isu domestik. “Orang-orang terlalu memusatkan perhatian pada isu yang dikeluarkan Fed, terutama siapa yang akan menduduki kursi ketua The Fed” kata Eichengreen. “Siapa pun itu, (dia) akan menjadi orang penggerak arus utama moneter dan saya berpikir hal itu tidak akan banyak menggerakkan dolar, justru pikirkan saya, yang akan menggerakkan dollar adalah isu geopolitik,” katanya.

“Pasar prihatin akan ‘hubungan’ Trump dan dolar,” katanya, menambahkan bahwa kurangnya ‘inofasi’ reformasi pajak dari pemerintahan Republik “akan menjadi bencana bagi Partai Republik lebih luas lagi, pemulihan dolar karena kesepakatan pajak dan stimulus sederhana untuk ekonomi, namun dalam jangka panjang memperingatkan bahwa hal-hal tersebut (reformasi pajak dan stimulus) berjalan secara glasial.” Yang mendominasi perputarannya akan menentukan nilai mata uang itu sendiri, demikian jelas dari Eichengreen. Sedikit peringatan akan dominasi the Renminbi (Yuan) yang sejak 2011 terus menggerus “nilai” USD.

Kontradiksi dengan pergerakan mata uang VS USD dimana USD terus menguat sampai dengan analisa ini dibuat, apakah merupakan pergerakan “koreksi” biasa atau sebaliknya mencari area beli dibawah untuk “bersiap” memasuki area 1,2 untuk EUR di tahun depan? Sinyal pertama adalah pertemuan FOMC pekan ini.

By |2017-10-30T23:40:02+00:00October 30th, 2017|Analisa|0 Comments

Leave A Comment