Dollar meraih level tertinggi dalam tiga bulan terhadap major currencies lainnya menyusul serangkaian data ekonomi yang mendukung ekspektasi the Fed akan menaikkan suku bunganya di akhir tahun dan lanjut pada 2018 nanti.

Data Jumat lalu menunjukkan non-farm payroll, tumbuh 261.000 selama Oktober, meski di bawah prediksi 310.000, laporan tersebut tetap disambut baik. Pasalnya, angka tersebut tetap menunjukkan pertumbuhan yang sehat, yaitu di atas 200 ribu. Sedangkan tingkat pengangguran turun 0,1% ke 4,1% atau terendah dalam satu dekade. Sayangnya, pertumbuhan upah melambat ke 2,4% pada Oktober dari 2,8% di bulan sebelumnya.

Dollar sempat tertekan karena data payroll tersebut. Namun kemudian pasar melihat hasil capaian tersebut masih sesuai tren dan belum menggerus prospek kenaikan suku bunga. Dolar semakin melaju setelah data lain menunjukkan aktivitas sektor jasa AS mencapai level tertinggi dalam 12 tahun. Indeks non manufaktur dari ISM naik ke 60,1 di Oktober dari 59,8 di September.

Serangakaian data tersebut mendukung prospek kenaikan suku bunga the Fed. Kenaikan rate pada Desember sudah terfaktorkan oleh pasar, yang kini melihat kemungkinan beberapa kali kenaikan lagi pada 2018. Bahkan JPMorgan Chase menaikkan proyeksi kenaikan suku bunga tahun depan menjadi empat kali dari tiga kali. Tidak ada even penting di AS terjadwal minggu ini, namun pasar mengamati perkembangan RUU pajak yang akan digodok di Kongres. Indeks dollar berada di 94,80 setelah naik 0,2% akhir pekan lalu. Indeks diperkirakan bergerak di range 94,50-95,50. Terhadap yen, dollar menguat 0,3% hari ini ke 114,30, pentupan di atas 114,80-115,00 menjaga momentum bullish.