Berbicara di depan Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan berani membanggakan perekonomian AS sekaligus menomorduakan ekonomi negeri sakura.

“Saya tidak tahu apakah [ekonomi Jepang] sebaik ekonomi kami. Saya rasa tidak. Kami akan berupaya mempertahankannya seperti itu. Dan kalian [Jepang] akan menjadi yang kedua,” sesumbar Trump, sesaat setelah memuji kekuatan ekonomi Jepang, seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (6/11/2017).

Abe dikabarkan terlihat sedikit menyeringai setelah mendengar pernyataan Trump. Namun saat itu justru digambarkan sebagai momen yang canggung. Pasalnya, kedua pemimpin negara sebelumnya menyatakan telah menjalin hubungan yang lebih dekat dan kuat dalam kunjungan Trump ke negara Asia tersebut.

Data Bank Dunia memang menunjukkan bahwa AS merupakan negara berkekuatan ekonomi terbesar di dunia yakni dengan produk domestik bruto (PDB) sebesar US$18,6 triliun.

Adapun Jepang berada di posisi ketiga dengan US$4,9 triliun, mengekor China di tempat kedua dengan PDB sebesar US$11,2 triliun.

Trump sendiri telah mendorong pemerintah Jepang untuk membuka perekonomiannya untuk barang-barang AS demi menyusutkan defisit perdagangan AS senilai US$69 miliar dengan Jepang, kedua setelah China.

Namun belum ada kesepakatan tercapai dari kedua negara terkait hal ini sejak Trump memutuskan menarik AS dari Kemitraan Trans-Pasifik (TPP), kesepakatan perdagangan 12 negara yang didorong Presiden AS Barack Obama saat ia menjabat.

Utusan Trump untuk perundingan, Robert Lighthizer, pada Juni mengatakan bahwa Jepang telah meminta AS untuk bergabung kembali dengan kesepakatan tersebut. Namun AS lebih memilih untuk menegosiasikan kesepakatan perdagangan bilateral dengan Jepang, sebuah gagasan yang telah ditampik oleh pemerintahan Abe.

Dalam suatu diskusi yang berlangsung bulan lalu, sejumlah pejabat AS dan Jepang membuat kemajuan terkait isu perdagangan dan investasi, dengan disetujuinya untuk mencabut pembatasan kesemek Jepang dan kentang Idaho. Jepang juga sepakat untuk menyederhanakan uji kebisingan dan emisi untuk mobil-mobil AS yang diimpor.

“Para sekutu Amerika di Asia mencari tanda-tanda dari Presiden [Trump] atas strategi baru untuk kawasan tersebut setelah AS menarik diri dari TPP,” ujar mantan Perwakilan Perdagangan AS, Michael Froman, kepada Bloomberg.

Jepang menjadi negara pertama yang dikunjungi Trump dalam perjalanan safarinya ke Asia. Trump beserta rombongan tiba di Jepang pada Minggu (5/11) waktu setempat.

Setelah Jepang, Trump dijadwalkan akan melanjutkan perjalanan Asianya ke Korea Selatan dan China pekan ini, dengan prospek lebih lanjut seputar isu perdagangan