Bursa saham China ditutup menguat pada perdagangan Kamis, (9/11/2017), didorong oleh data inflasi yang positif yang menunjukkan momentum ekonomi masih kuat.

Indeks Shanghai Composite ditutup menguat 0,4% ke level 3.427,79. Sementara itu, indeks blue-chip CSI300 ditutup naik 0,7% ke 4.075,90, level tertinggi dalam dua tahun terakhir.

Seperti dllansir Reuters, Indeks Harga Produsen China yang kuat di bulan Oktober sedangkan tingkat inflasi meningkat, mengindikasikan ekonomi tetap kuat dan mengurangi kekhawatiran pasar akan perlambatan.

“Hasilnya adalah tekanan harga di China tampak kuat, ditopang pertumbuhan ekonomi yang masih cepat, pasar tenaga kerja yang ketat, penurunan kapasitas dan gangguan sementara terhadap produksi industri,” ungkap Julian Evans-Pritchard, ekonom China di Capital Economics, seperti dikutip Reuters.

Sentimen juga dibantu oleh media China yang melaporkan bahwa penjualan reksadana saham mulai meningkat dalam beberapa bulan terakhir di China, yang berpotensi menyalurkan dana segar ke pasar.

Menggarisbawahi meningkatnya minat terhadap risiko di China, outstanding margin loan, yang merupakan modal yang dipinjam investor untuk membeli saham, telah bertahan selama empat hari berturut-turut di atas level 1 triliun yuan, level tertinggi sejak Januari 2016.

Sebagian besar sektor menguat pada perdagangan hari ini, Penambang batu bara terbesar China, Shenhua Energy, melonjak 7,4% dan memimpin sektor energi, didorong oleh kenaikan harga minyak mentah.

Di sisi lain, emiten perbankan dan transportasi masing-masing melemah 0,4% dan 0,2%.