Pound Terjungkal Karena Ketidakpastian Politik Inggris

//Pound Terjungkal Karena Ketidakpastian Politik Inggris

Pound tergelincir hari ini di tengah munculnya ancaman terhadap posisi Perdana Menteri Theresa May menyusul laporan sebagian anggota parlemen ingin menyampaikan mosi tidak percaya. Posisi May terancam di saat negosiasi Brexit mendekati tenggat waktu.

Surat kabar Sunday Times melaporkan sekitar 40 anggota parlemen dari partai Konservatif, tempat bernaungnya May, sepakat untuk menandatanagi surat mosi tidak percaya. Bila mencapai 48, maka dapat memicu perubahan pemimpin partai, mekanisme yang dapat memaksa May dicopot dan diganti oleh kandidat dari Konservatif.

Secara terpisah, Menteri Urusan Brexit David Davis kemarin mengatakan pemerintah Inggris tidak akan menawarkan formula atau jumlah mengenai seberapa banyak berutang pada Uni Eropa, mencerminkan kurangnya kemajuan dalam negosiasi. Bahkan pihak Uni Eropa sendiri sedang mempersiapkan rencana bila negosiasi kandas.

Ketidakpastian politik di Inggris kemungkinan dapat menekan performa sterling minggu ini. Sembari mengamati perkembangan politik, pasar menantikan beberapa data penting seperti inflasi, ketenagakerjaan dan manufaktur. Ada tanda-tanda tekanan inflasi berkurang dapat menjadi indikasi BOE semakin sulit memperketata kebijakan.

Dalam perdagangan di Asia, sterling melemah 0,3% ke $1,3120 setelah sempat menguat 0,4% akhir pekan lalu, sterling gagal menembus $1,3250. Bila ditutup di bawah $1,3060, sterling dapat memasuki bearish continuation dengan bisa jatuh ke bawah $1,3000. Terhadap yen, sterling melemah 0,1% ke 149,08 masih bergerak dalam kisaran 148-150.

Sementaara itu, dollar berhasil rebound tipis berkat kenaikan yield obligasi AS. Namun masih terhambat di tengah ketidakpastian mengenai reformasi pajak. Senat Republik mengumumkan rancangan pajak yang berbeda dari Kongres, dimana menunda pemotongan pajak sampai 2019. Pasar menunggu adanya kompromi untuk menyatukan rancana tersebut. Sembari menunggu perkembangan soal RUU pajak, pasar menantikan data ekonomi AS selanjutnya, yaitu inflasi.

Indeks dollar berada di 94,41 setelah turun 0,1% akhir pekan lalu. Indeks masih bergerak di bawah 94,50 tapi bila level ini ditembus, indeks berpeluang menuju 95,00. Sebaliknya bila jatuh ke bawah 94,20-94,00, indeks itu terancam ke 93,75-93,50. Terhadap yen, dollar menguat 0,1% ke 113,63, masih bergerak di range 113-115.

EURUSD

USDJPY

GBPUSD

USDCHF

AUDUSD

By |2018-07-21T22:02:43+00:00November 13th, 2017|Analisa|0 Comments

Leave A Comment