Nilai tukar rupiah menguat tipis 0,01% ke level Rp 13.551 per dollar Amerika Serikat (AS) di pasar spot, Selasa (14/11). Kurs tengah rupiah Bank Indonesia (BI) juga menunjukkan penguatan nilai tukar rupiah 0,09% ke level Rp 13.542 per dollar AS.

Pergerakan dollar AS terhadap mayoritas mata uang global cenderung stagnan. Pasalnya, belum ada sentimen positif yang mampu mendorong gerak dollar AS di perdagangan.

Untuk sementara ini perkembangan isu seputar kenaikan suku bunga Federal Reserve dan rencana reformasi pajak oleh Presiden Donald Trump tidak berdampak signifikan terhadap kinerja dollar AS. Pasar sudah mulai menyesuaikan diri dengan kebijakan-kebijakan tersebut.

Di sisi lain, rupiah juga sebenarnya tidak mendapat sentimen berarti dari dalam negeri. Alhasil, penguatan rupiah cenderung terbatas hingga penutupan pasar.

Pergerakan rupiah masih cenderung terbatas pada perdagangan, Rabu (15/11). Penguatan terhadap rupiah baru akan terjadi jika rilis data ekspor-impor Indonesia esok hari menunjukkan hasil positif.

Namun, potensi penguatan tersebut dapat teredam jika data inflasi yang dirilis pemerintah AS di hari yang sama juga memperlihatkan hasil yang positif.