Isu Politik AS Tekan Dollar

//Isu Politik AS Tekan Dollar

Dollar melemah hari ini karena munculnya isu politik terkait laporan dari Wall Street Journal bahwa penyidik federal telah memanggil salah satu petugas kampanye Presiden Trump. Padahal dollar sempat terangkat oleh pernyataan pejabat the Fed dan RUU pajak.

Tim penasihat khusus Robert Mueller mengeluarkan surat panggilan kepada tim kampanye Trump pertengahan Oktober lalu untuk meminta dokumen terkait Rusia dari beberapa anggota tim. WSJ menyebut subpoena itu sebagai perintah resmi pertama untuk menggali informasi dari tim kampanye. Mueller bertugas menyelidiki intervensi Rusia dan potensi kolusi dengan Trump dalam pemilu 2016.

Menurut analis, aksi jual dollar meningkat setelah laporan dari WSJ itu. Permintaan dollar dari investor internasional masih tinggi tapi aksi jual oleh spekulan ternyata lebih kuat. Pergerakan diperkirakan fluktuatif di saat pelaku pasar menyesuaikan posisi menjelang Thanksgiving. Namun bukan berarti bakal ada perubahan tren dalam waktu dekat.

Dollar sempat terangkat setelah Kongres menyetujui serangkaian paket pemotongan pajak untuk bisnis, individu dan keluarga, semakin mendekatkan Republik dan pemerintahan Trump menuju reformasi pajak terbesar dalam sejarah. Dollar juga terangkat oleh pernyataan beberapa pejabat the Fed. Presiden the Fed distrik Dallas Robert Kaplan mengatakan penurunan tingkat pengangguran dapat memicu kenaikan suku bunga. Presiden distrik San Fransisco John Williams mengatakan ekonomi AS tumbuh bagus sehingga cukup untuk menaikkan rate hingga 2,5% dalam beberapa tahun ke depan.

Indeks dollar turun 0,2% ke 93,50 setelah sempat naik 0,1% kemarin. Bila indeks ditutup di bawah 93,30-93,20 ada potensi menembus ke bawah 93. Terhadap yen, dollar melemah 0,4% ke 112,50 yang menjadi support. Bila ditutup di bawah support itu, dollar terancam menuju 112.

EURUSD

USDJPY

GBPUSD

USDCHF

AUDUSD

By |2018-07-21T22:02:43+00:00November 17th, 2017|Analisa|0 Comments

Leave A Comment