Pasar minyak mentah pada perdagangan Senin (20/11/2017) dibuka variatif, karena pedagang enggan mengambil posisi menjelang pertemuan OPEC di Wina, Austria, pada akhir November ini. Rapat klub produsen minyak ini untuk menentukan apakah akan melanjutkan pengurangan produksi demi menopang harga si emas hitam atau tidak.

Melansir dari Reuters, harga minyak mentah Brent International turun 26 sen atau 0,4% ke level USD62,46 per barel pada pukul 00:52 GMT. Sementara harga minyak berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) naik 2 sen menjadi USD56,57 per barel.

Pedagang mengatakan bahwa mereka menghindari posisi baru yang besar karena ketidakpastian di pasar. Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), bersama dengan sekelompok produsen non-OPEC yang dipimpin Rusia, telah menahan produksi sejak awal tahun ini dalam upaya mengakhiri kelebihan pasokan global demi melambungkan harga.

Kesepakatan untuk mengekang produksi minyak akan berakhir pada Maret 2018, namun OPEC akan bertemu pada 30 November untuk membahas prospek kebijakan tersebut. Banyak kalangan menilai OPEC akan memperpanjang pemotongan produksi, karena sejauh ini mereka menilai pasokan minyak dunia masih melimpah. Namun upaya untuk memperpanjang pemangkasan produksi sangat diragukan, karena tidak semua anggota mau untuk menggerus produksinya.

Kepala Strategi Pasar di AxiTrader, Greg McKenna memberi catatan bahwa tidak semua anggota ingin memperpanjang pemangkasan produksi minyaknya. “Perlu dicatat bahwa ada komunitas spekulatif dalam pasar minyak,” ujarnya. Namun ANZ Bank menyatakan investor harus tetap waspada terhadap berita tentang langkah OPEC untuk memperpanjang pengurangan produksi.