Dollar belum menunjukkan banyak pergerakan sejak kemarin, tertahan karena pasar mulai menyorot kurva yield yang semakin flat. Selain itu, pelaku pasar enggan bertransaksi besar menjelang FOMC Minutes dan liburan Thanksgiving.

Kurva yield obligasi AS menipis jadi 60 bps, dengan sempat ke 57,4 bps untuk pertama kalinya dalam satu dekade. Selisih yield antara tenor dua dan 10 tahun sudah mengecil sebesar 20 bps bulan ini dan terendah sejak Oktober 2007. Yield dua tahun berada pada posisi 1,76% atau tertinggi dalam sembilan tahun, naik 80 bps sejak Desember 2015. Sedangkan yield tenor 10 tahun di 2,36%.

Kurva yield terus menipis karena investor sudah memfaktorkan the Fed akan terus menaikkan suku bunga. Departemen Keuangan AS lebih banyak mengeluarkan surat utang jangka pendek dan menengah, serta menunda surat utang jangka panjang. Di saat yang sama, inflasi dan yield global yang rendah mendukung obligasi jangka panjang.

Dollar juga tertahan karena investor enggan bertransaksi banyak menjelang liburan Thanksgiving. Fokus utama selanjutnya adalah FOMC Minutes untuk melihat pandangan pejabat the Fed soal perkembangan terkini. Notulen dari rapat 31 Oktober-1 Nopemberi itu akan dievaluasi apakah ada penegasan soal kenaikan suku bunga Desember nanti. Fed fund futures menempatkan probabilitas 92% untuk kenaikan di Desember itu. Sebelum Minutes, ada data durable goods orders AS.

Indeks dollar bertengger di 93,82 setelah gagal ditutup di atas 94 kemarin. Penutupan di bawah 93,75 bisa menjadi pertanda bearish. Potensi bearish bisa semakin terlihat bila menembus ke bawah 93,30. Terhadap yen, dollar melemah 0,2% ke 112,20 setelah jatuh kembali ke bawah support 112,50. Penutupan di bawah 111,80 memperbesar potensi bearish.
EURUSD

USDJPY

GBPUSD

USDCHF

AUDUSD

By |2018-07-21T22:02:43+00:00November 22nd, 2017|Analisa|0 Comments

Leave A Comment