Lembaga pemeringkat internasional, S&P Global Rarings memangkas peringkat utang mata uang lokal Afrika Selatan, Jumat lalu (24/11). S&P menyebut penurunan prospek ekonomi Afrika Selatan menjadi sebab peringkat utang negara ini turun menjadi tidak layak investasi (junk).

Seperti diberitakan Reuters, Sabtu (25/11), tindakan S&P dilakukan pasca Menteri Keuangan Afrika Selatan Mulasi Gigaba mengungkapkan ekspektasi pertumbuhan ekonomi negaranya lebih lemah dari perkiraan awal. Selain itu, Mulasi juga menyebut defisit Afrika Selatan bakal membengkak, disertai peningkatan utang pemerintah.

“Pertumbuhan yang lemah telah menyebabkan kemerosotan lebih lanjut dari ekonomi Afrika Selatan, lebih rendah dari ekspektasi sebelumnya,” sebut S&P lewat pernyataan resmi seperti dikutip Reuters.

S&P memangkas peringkat kredit jangka panjang mata uang lokal Afrika Selatan dari BBB- menjadi BB+. Bersamaan dengan itu, S&P juga menggunting peringkat kredit jangka panjang mata uang asing negara tersebut menjadi BB dari BB+. Meski demikian, S&P masih menaikkan outlook (prospek) keduanya menjadi stabil dari sebelumnya negatif.

Hingga saat ini, utang Afrika Selatan dalam mata uang asing mencapai 90% dari total utang negara tersebut yang sebesar US$ 159 miliar.

Tak lagi jadi benchmark

Status junk bonds yang kini disandang Afrika Selatan atas utangnya, diyakini bakal mendepak posisi negara itu di World Goverment Bond Index (WGBI) Citi. WGBI merupakan benchmark atau patokan indeks besar dunia, yang memiliki nilai US$ 2 triliun hingga US$ 3 triliun.

Pemangkasan peringkat dari S&P tersebut, menurut sejumlah analis, akan menjadi alasan bagi kreditur untuk menjual surat utang Afrika Selatan. Dalam jangka waktu dekat, diprediksi sekitar US$ 10 miliar surat utang Afrika Selatan akan mengalami tekanan jual.

“Investor akan mulai memperlakukan Afrika Selatan sama dengan negara-negara yang berada di luar WGBI, dan dengan tekanan jual yang bakal cukup besar,” ujar Lesiba Mothata, Kepala Ekonom Alexander Forbes seperti dikutip Reuters.

Sebelumnya, Fitch Ratings lebih dulu menempatkan surat utang Afrika Selatan dalam status junk bonds. Keputusan ini dilakukan Fitch, Kamis pekan lalu (23/11).

Sedangkan Moody’s, kini sedang me-review kemungkinan pemangkasan peringkat utang Afrika Selatan.

Tidak jauh berbeda, utang Afrika Selatan telah lebih dulu dikeluarkan dari benchmark indeks global lainnya, yakni JPMorgan Emerging Market Bond Index Global.