Sterling reli ke level tertinggi dalam dua bulan menyusul laporan Inggris dan Uni Eropa mencapai kesepakatan mengenai rancangan Brexit, di mana memberi jalan untuk negosiasi perdagangan.

Sterling melesat karena laporan kesepakatan awal terlah dicapai mengenai tuntutan Uni Eropa untuk kompensasi, membuka jalan untuk negosiasi perdagangan. Inggris semakin dekat mencapai kesepakatan dengan Uni Eropa, di mana London harus membayar kompensasi atau settlement kira-kira 60 miliar pound. Kedua belah pihak mengatakan jumlah kompensasi masih dalam tahap negosiasi.

Dengan adanya perkembangan ini, pasar mulai melihat adanya titik terang dalam transisis Brexit. Salah satu hal yang menjadi fokus adalah isu perdagangan. Dengan keluarnya Inggris dari Uni Eropa, Inggris otomatis kehilangan akses ke pasar tunggal. Namun Inggris masih bernegosiasi untuk tetap mendapatkan akses pasar. Dengan adanya wacana kompensasi ini, peluang terbuka bagi Inggris untuk berbicara soal perdagangan.

Sterling menguat 0,4% ke $1,3468 setelah menanjak 0,4% kemarin. Pound sempat menyentuh level $1,3480 atau tertinggi sejak 25 September. Sepanjang Nopember, sterling memperlihatkan kecenderungan menguat di tengah harapan mengenai tercapainya rancangan Brexit yang mendukung transisi yang mulus. Selama masih mampu bertahan di atas $1,34, pound tetap berpeluang untuk menuju $1,35.

Sementara itu, dollar stabil di dukung oleh data PDB AS, dimana angka kuartal ketiga direvisi naik menjadi 3,3% dari 3,0%. Pasar sedang menunggu perkembangan selanjutnya terkait RUU pajak. Selain itu, ada data Core PCE, yang diperkirakan naik ke 1,4% dari 1,3%. Indeks dollar stabil di 93,15 dan masih punya peluang untuk menuju 93,40-93,50. Terhadap yen, dollar diperdagangkan di 112, setelah menguat 0,4% kemarin.

EURUSD

USDJPY

GBPUSD

USDCHF

AUDUSD