Emas belum banyak bergerak hari ini, kesulitan meraih momentum karena penguatan dollar dan saham global yang didukung oleh perkembangan terkait RUU pajak AS.
Dollar melaju setelah Republik dalam komite negosiasi Kongres-Senat Jumat lalu menyematkan sentuhan akhir dalam rancangan regulasi pajak baru yang mencakup pemotongan pajak korporat.

Petinggi Republik optimis Kongres akan meloloskan RUU itu minggu ini, dengan voting Senat secepatnya besok dan Presiden Trump menandatangani UU tersebut di akhir pekan.
Emas sempat reli sampai $1261 per troy ons Jumat lalu, namun terpangkas lajunya karena penguatan dollar menyusul pengumuman dari Senat AS. Setelah menyentuh level terendah dalam lima bulan minggu lalu, harga emas mencoba bangkit dengan reli signifikan di sesi selanjutnya. Namun daya dorongnya turun memasuki akhir pekan.
Sejak menyentuh level tertinggi tahun ini di $1357 September lalu, harga memasuki tren penurunan karena laju saham global dan penguatan dollar. Prospek kenaikan suku bunga the Fed dan pemulihan ekonomi global memicu peralihan dana dari safe haven. Apalagi belum ada lagi isu geopolitik yang menyebabkan risk aversion.
Dalam perdagangan di Asia hari ini, emas berada di $1255, 35 per troy ons, tidak jauh dari penutupan sesi sebelumnya. Posisi harga berada di atas MA 10 namun masih di bawah MA 25 dan 55. Penutupan di bawah MA 10 membuka potensi bearish. Kemudian RSI (14) flat di 41.