Mata uang Garuda masih berpeluang menguat pada perdagangan hari ini. Rupiah akan mendapat sentimen positif rilis data neraca perdagangan Indonesia. Tambah lagi, indeks dollar AS tampaknya akan kembali melemah.

Rully Arya Wisnubroto, ekonom Bank Mandiri melihat, nilai tukar greenback pekan lalu memang cenderung merosot dibanding mata uang dunia lainnya. Indeks dollar AS akhir pekan lalu melemah 0,96% ke level 90,974. Penyebabnya, data ekonomi AS yang mengecewakan.

Penjualan eceran AS di Desember lalu hanya tumbuh 0,4%. Ini lebih rendah dari pertumbuhan bulan sebelumnya yang mencapai 0,9%. Tambah lagi, inflasi AS secara keseluruhan melemah dari 0,4% ke 0,1%.

“Sedangkan dari domestik ada pengaruh capital inflow,” terang Rully, Jumat ((12/1).

Hari ini, pergerakan nilai tukar rupiah akan ditopang pengumuman neraca dagang Indonesia, yang diprediksi membaik. Rully memprediksi rupiah menguat dan bergerak di kisaran Rp 13.340–Rp 13.410.

Lukman Leong, analis Valbury Asia Futures, juga menilai rupiah masih dalam tren bullish dan bergerak antara Rp 13.300–Rp 13.350 per dollar AS.
sumber:kontan.co.id

By |2018-01-15T09:47:35+00:00January 15th, 2018|Analisa|0 Comments

Leave A Comment