Rupiah berhasil mempertahankan keunggulan di awal pekan. Senin (15/1), di pasar spot, nilai tukar rupiah menanjak 0,16% ke level Rp 13.332 per dollar Amerika Serikat (AS). Serupa, di kurs tengah Bank Indonesia, rupiah menguat 0,24% menjadi Rp 13.330.

Reny Eka Putri, Analis Pasar Uang PT Bank Mandiri Tbk, mengatakan, pergerakan rupiah ditopang pasar AS yang sedang libur merayakan Hari Marthin Luther. Belum lagi, tidak ada data ekonomi signifikan yang menyokong the greenback.

“Dollar AS melemah hampir ke semua mata uang utama dunia,” kata dia. Sedangkan, dari domestik, ada suntikan tenaga setelah neraca perdagangan 2017 mencetak surplus US$ 11,84 miliar.

Analis PT Monex Investindo Futures Putu Agus Pransuamitra menambahkan, rencana European Central Bank (ECB) mengurangi stimulus semakin jelas. Ini yang membuat dollar AS loyo.

Tapi, Putu bilang, kenaikan signifikan ini berpotensi membebani rupiah. Ia memprediksikan, hari ini (16/1), rupiah bergerak di rentang Rp 13.300–Rp 13.360 per dollar AS. Sementara Reny menebak, rupiah ada di kisaran Rp 13.305–Rp 13.360.
sumber : kontan.co.id