Kurs rupiah di pasar spot berbalik unggul terhadap dollar AS pada Rabu (17/1) pagi.

Mengutip Bloomberg, nilai tukar rupiah menguat 3 poin ke posisi Rp 13.335 per dollar AS pada pukul 10.00 WIB. Namun, penguatan mata uang Garuda cenderung tipis, setelah kemarin sempat melemah enam poin.

Rupiah masih diuntungkan dengan posisi dollar AS yang cenderung tertekan. Hari ini, indeks dollar spot diperdagangkan di level 90,45, mendekati posisi terendah tiga tahun.

Mata uang Paman Sam kalah saing terhadap euro, karena spekulasi bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) bersiap mengurangi program stimulus moneter yang besar. Selain itu, pasar lebih percaya diri bahwa pemulihan global akan melampaui pertumbuhan AS.

Sementara, mata uang Asia bergerak variatif. Valuasi sejumlah mata uang, seperti baht Thailand, ringgit Malaysia, yuan China dan dollar Taiwan unggul versus greenback. Namun, yen Jepang, won Korea, dollar Hong Kong dan dollar Singapura justru melemah di hadapan dollar AS.

Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual menyebut, hasil lelang surat utang negara (SUN), kemarin, menyokong rupiah. Asal tahu saja, total penawaran yang masuk pada lelang SUN mencapai Rp 72,47 triliun. Pemerintah lantas menyerap Rp 25,5 triliun.

“Hasil lelang ini menunjukkan aset Indonesia masih diburu. Karena itu, potensi rupiah rebound masih terbuka,” katanya, kemarin.

David memprediksi, hari ini, rupiah menguat dan bergerak di rentang Rp 13.300-Rp 13.360 per dollar AS.
sumber:kontan.co.id