International Monetary Fund (IMF) atau Dana Moneter Internasional merevisi naik prediksi pertumbuhan ekonomi dunia pada 2018, dari sebelumnya sebesar 3,7% menjadi 3,9%.

Naiknya proyeksi ini sejalan dengan momentum pertumbuhan ekonomi dunia dan ekspektasi dampak dari kebijakan pemangkasan pajak yang dilakukan Amerika Serikat (AS).

Pemangkasan pajak AS, menurut laporan IMF, berperan terhadap setidaknya separuh angka peningkatan terhadap pertumbuhan ekonomi dunia. “Dampaknya terhadap ekonomi AS diprediksi bakal positif hingga 2020, secara kumulatif naik 1,2% hingga tahun tersebut,” tulis laporan IMF.

IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi AS akan mencapai 2,7% pada tahun 2018, lebih tinggi dibandingkan pada proyeksi sebelumnya, yakni 2,3%. Namun demikian, pertumbuhan ekonomi AS diprediksi bakal melambat ke 2,5% pada 2019.

Dengan perbaikan ekonomi AS, pertumbuhan ekonomi di negara maju, secara kumulatif masih akan kuat, yaitu di kisaran 2,3%. Meskipun mayoritas negara maju diprediksi mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi di tahun ini.

Adapun IMF menyatakan bahwa meningkatnya investasi, terutama di negara-negara maju, dan meningkatnya produksi manufaktur dari Asia telah membuat perdagangan dunia menguat dalam beberapa bulan belakangan. Oleh sebab itu, IMF melihat potensi penguatan pertumbuhan ekonomi akan terlihat di negara-negara pengekspor besar.

By |2018-01-23T14:17:35+00:00January 23rd, 2018|Bisnis & Ekonomi|0 Comments

Leave A Comment