Indek acuan saham berjangka Amerika pada hari Senin masih terlihat cenderung alami penurunan pada pembukaannya akibat pemerintah Amerika “shutdown” memasuki hari ke-3.

Para analis pasar modal menyatakan bahwa tidak aktifnya pemerintah Amerika berpeluang untuk membebani pasar modal, walaupun demikian tidak ada indikasi untuk terjadi tekanan jual besar-besaran.

Indek berjangka Dow Jones Industrial Average (YMH8) alami penurunan sebesar 52 poin, atau 0,2 persen menjadi 25.944, sedangkan indek berjangka S&P 500 (ESH8) turun 3,5 poin atau 0,1 persen menjadi 2.807,50. Indek berjangka Nasdaq-100 (NQH8) turun 5,25 poin atau 0,1 persen menjadi 6.840,50.

Pada Jum’at minggu lalu, S&P 500 (SPX) dan Nasdaq Composite (COMP) keduanya bukukan rekor harga tertingginya sepanjang masa, sedangkan Dow (DJIA) alami kenaikan sebesar 0,2 persen dibawah rekor harga tertingginya yang tercapai pada hari Rabu sebelumnya. Ketiga indek acuan saham utama Amerika tersebut alami kenaikan antara 24 persen sampai dengan 32 persen dalam 12 bulan terakhir, didukung oleh daya beli ekonomi Amerika, pertumbuhan laba perusahaan dan antusias para pelaku pasar terkait program potongan pajak bagi perusahaan.

Terkait terhentinya aktifitas pemerintahan Amerika, Sam Stovall, chief investment strategist pada CFRA’s, dalam laporannya yang dirilis pada hari Minggu kemarin menyatakan bahwa berdasarkan data historis para investor hanya memiliki sedikit rasa takut terkait “shutdown” pemerintahan Amerika, dimana sebanyak empat dari tujuh kejadian serupa dalam 35 tahun terakhir saham alami penurunan dengan penurunan rata-rata sebesar 1 persen dan penurunan tersebut pada akhirnya alami pemulihan hanya dalam waktu kurang dari dua minggu.

Terkait ketidak pastian mengenai “shutdown” pemerintah Amerika, para pembuat kebijakan sampai dengan hari Minggu kemarin belum dapat mengakhirinya dengan keputusan, karena negoisasi terkait imigrasi masih terus berlanjut di gedung putih.

Senat diperkirakan akan berlakukan prosedur voting untuk berikan pendanaan sementara agar pemerintahan dapat berjalan hingga 8 Februari mendatang tetapi hal tersebut masih belumlah memiliki kejelasan.

Laporan data ekonomi akibat ketidak aktifan departemen pemerintahan menjadi diselimuti awan gelap, karena ada kemungkinan alami penundaan untuk minggu ini. Tetapi berdasarkan informasi terbaru data Federal Reserve Chicago yaitu national activity indek akan tetap dipublikasikan pada pukul 8:30 a.m ET.

Saham Apple pada perdagangan premarket terlihat alami penurunan sebesar 0,9 persen. Penurunan tersebut terjadi akibat munculnya berita terkait penjualan iphone x, dimana dikhawatirkan akan terkendala oleh permasalahan suplier raksasa Asia Sillicon Valley.

Saham perusahaan pengeboran minyak mentah Halliburton dan perusahaan broker TD AMeritrade Holdings Corp terlihat aktif diperdagangkan pada premarket sore hari ini, keduanya di jadwalkan akan sampaikan laporan keuangan sebelum bursa saham dibuka malam hari ini. Sedangkan Netflix dijadwalkan akan sampaikan laporan keuangannya setelah pasar tutup pada esok pagi.

Disisi lain indek nilai tukar dollar Amerika ICE U.S Dollar Indek terlihat alami penurunan menunggu perkembangan “shutdown”. Saham Eropa (SXXP) terlihat sedikit alami pergerakan dan secara keseluruhan pada hari ini bursa saham Asia ditutup dengan alami kenaikan. Harga kontrak berjangka emas (GCG8) dan kontrak minyak mentah (CLG8) terlihat sedikit alami pergerakan.

By |2018-07-21T22:02:40+00:00January 23rd, 2018|Laporan Pasar|0 Comments

Leave A Comment