Saudi Aramco bakal merealisasikan pencatatan saham perdana atau initial public offering (IPO) di Hong Kong. Selain bursa saham Hong Kong atau The Stock Exchange of Hong Kong (HKEX), New York Stock Exchange (NYSE) dan London Stock Exchange (LSE) juga mengincar IPO Aramco.

Chief Executive Officer (CEO) HKEX Charles Li mengatakan, bisa saja Saudi Aramco menggelar sejumlah IPO di sejumlah bursa saham dunia. Namun, dia menandaskan, Aramco memilih bursa saham Hong Kong sebagai salah satu lokasi IPO. “Bisa jadi tidak segera atau bukan pencatatan yang pertama, tapi mereka akan ke Hong Kong,” tandas Charles Li, seperti dikutip CNBC, Kamis (25/1).

Saat ini Hong Kong memang tengah bersaing dengan bursa utama dunia lainnya dalam memperebutkan IPO-IPO besar dunia, termasuk IPO Saudi Aramco. Saat ini, valuasi 100% saham perusahaan tersebut mencapai US$ 2 triliun.

Manajemen Saudi Aramco mengungkapkan akan menjual sekitar 5% saham lewat bursa saham. Dengan valuasi US$ 2 triliun, perusahaan itu akan mendapatkan dana segar US$ 100 miliar dari IPO.

Saudi Aramco berniat menggelar IPO pada paruh kedua tahun 2018. Namun, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, pemilik saham Aramco, belum mengungkapkan detil waktu pelaksanaan dan lokasi pencatatan saham perdana Aramco.

Bila tepat seperti yang disebutkan Charles, ini akan menjadi kemenangan Hong Kong atas bursa dunia lainnya. Tahun 2017, bursa Hong Kong menempati urutan ketiga dengan perolehan nilai IPO sebesar US$ 15,6 miliar. Tempat pertama dan kedua ditempati New York dan Shanghai. Namun posisi perolehan IPO di bursa Hong Kong tahun lalu di bawah perolehan tahun 2016.

Tahun 2016, Hong Kong memimpin perolehan IPO global. Nilai IPO sepanjang tahun itu mencapai US$ 25,2 miliar.

Untuk memperbesar nilai IPO, Hong Kong berusaha merombak aturan bursa agar menampung keinginan banyak pihak. Salah satu perubahan yang akan diterapkan HKEX tahun ini adalah mengizinkan pencatatan saham atas dua kelas.

Struktur saham yang terdiri atas kelas-kelas itu akan memberikan hak yang lebih besar bagi pendiri perusahaan beserta pejabatnya. Charles Li juga berjanji akan melindungi kepentingan minoritas.