Data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang positif berhasil menopang pergerakan the greenback akhir pekan lalu. Tapi awal pekan ini, rupiah berpotensi rebound asalkan data pertumbuhan ekonomi (PDB) Indonesia tahun lalu sesuai perkiraan.

Jumat (2/2) pekan lalu, di pasar spot, rupiah melemah 0,21% menjadi
Rp 13.452 per dollar AS. Serupa, di kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah turun 0,19% ke level Rp 13.428 per dollar AS.

Dollar AS perkasa setelah data tenaga kerja negeri uak Sam sektor nonpertanian naik 200.000. Angka ini lebih tinggi dari proyeksi sebanyak 180.000. Rata-rata upah tenaga kerja per jam di AS juga naik 0,3%. “Pertumbuhan AS jauh di atas perkiraan,” kata Ekonom BCA David Sumual.

Hari ini, Analis Monex Investindo Futures Faisyal bilang, rupiah bakal ditopang data pertumbuhan ekonomi Indonesia. “Jika PDB sesuai ekspektasi, maka rupiah bisa berbalik menguat,” ujar dia.

Faisyal memperkirakan, Senin (5/2), pergerakan rupiah ada di kisaran Rp 13.400-Rp 13.460 per dollar AS. Sedang David masih melihat potensi pelemahan rupiah pada rentang Rp 13.420-Rp 13.480 per dollar AS.
sumber : kontan.co.id

By |2018-02-05T09:59:27+00:00February 5th, 2018|Analisa|0 Comments

Leave A Comment