Pamor harga emas mulai meredup pada bulan kedua tahun ini. Harga turun dalam dua hari perdagangan berturut-turut.

Senin (5/2) pukul 7.55 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2018 di Commodity Exchange turun 0,19% ke US$ 1.334,80 per ons troi ketimbang posisi akhir pekan lalu.

Data departemen tenaga kerja AS menunjukkan, pembayaran gaji pada bulan Januari bertambah 200.000. Angka ini lebih dari ekspektasi di 180.000. Selain dari sisi jumlah, gaji pun meningkat dari sisi nominal.

Upah per jam naik dan mendorong kenaikan upah secara tahunan menjadi 2,9%. Ini adalah kenaikan terbesar sejak Juni 2009. “Data yang positif menjadi tekanan bagi harga emas dalam jangka pendek,” kata Suki Cooper, analis logam mulia Standard Chartered Bank kepada CNBC.

Bob Haberkorn, senior market strategist RJO Futures menambahkan, upah dan tenaga kerja yang melonjak bisa memicu bank sentral lebih agresif menaikkan suku bunga acuan. Kenaikan suku bunga akan membuat emas kurang menarik di mata investor. sumber : kontan.co.id