Harga komoditas rontok dalam beberapa hari terakhir, termasuk emas. Kamis (8/2), harga emas untuk pengiriman April 2018 di Commodity Exchange mulai naik tipis 0,25% ke US$ 1.317,90 per ons troi ketimbang penutupan hari kemarin.

Harga emas turun dalam empat hari berturut-turut hingga kemarin ke US$ 1.314,60 per ons troi. Dalam empat hari, harga logam mulia ini tergerus 2,47%.

Penguatan nilai tukar dollar Amerika Serikat (AS) menjadi salah satu penyebab kejatuhan harga emas. Indeks dollar yang mencerminkan nilai tukar dollar AS terhadap mata uang utama dunia, terus naik dalam empat hari.

Dollar berbalik arah dari titik terendah sejak Desember 2014 dan terus melaju. Kemarin, indeks dollar ditutup di atas level 90 untuk pertama kali dalam dua pekan terakhir.

:Kenaikan indeks dollar terus mendorong likuidasi pada emas dan logam mulai lain,” kata Phillip Streible, senior commodities strategist RJO Futures kepada CNBC. Dia menambahkan, emas tak selalu menjadi aset safe have, terutama ketika suku bunga naik dengan cepat.

Carlo Alberto De Casa, chief analyst Activtrades memperkirakan, harga emas masih bertahan di atas level US$ 1.300 dalam beberapa bulan mendatang. “Masalah bagi harga emas selanjutnya adalah kenaikan suku bunga,” kata dia.
sumber : kontan.co.id