Aksi jual pasar saham Amerika Serikat (AS) masih terjadi hingga kemarin, Kamis (8/2). Indeks Dow Jones kemarin merosot lebih dari 1.000 poin.

Dow Jones turun hingga 4,15%. Indeks S&P 500 turun 3,7% dalam sehari.

Warren Buffett menekankan agar investor tetap tenang ketika pasar tertekan dan penuh ketidakpastian. Dalam wawancara dengan CNBC ketika pasar saham fluktuatif di tahun 2016 lalu, Buffett mengatakan, buy dan hold masih menjadi strategi terbaik. “Jangan terlalu dekat melihat pasar,” kata Buffett.

Buffett menyebut, jika investor membeli dan menjual saham, lalu khawatir ketika harga saham sedikit turun, maka sebaiknya para investor ini menjualnya ketika harga naik. “Mereka tidak akan meraih hasil baik,” kata dia.

Banyak analis menilai, penurunan pasar saham beberapa hari belakangan masih merupakan koreksi normal. Tren bearish masih belum menunjukkan sinyal kuat.

Nick Holeman, CFP Betterment mengatakan, investor tak perlu panik. Justru, investor perlu memandang selain pasar saham, misalnya nonton pertandingan, jalan-jalan, atau silaturahmi dengan teman lama. “Selama Anda berinvestasi sesuai tujuan, sementara jauhilah portofolio Anda,” kata dia kepada CNBC.

Kalau koreksi pasar ternyata lebih lama, Holeman merekomendasikan investor untuk memastikan rebalancing portofolio. “Ketika volatilitas pasar naik, portofolio bisa jadi tidak seimbang, artinya, mungkin ada lebih banyak atau lebih sedikit risiko dalam keranjang Anda,” kata dia.

Untuk saat ini, konsensus analis menilai bahwa pasar masih koreksi sehat pada tren bullish. Holeman menekankan, penting agar investor tidak membuat keputusan gegabah
sumber:kontan.co.id