Jelang rilis data inflasi yang menentukan arah suku bunga, Wall Street masih menguat. Indeks saham Amerika Serikat (AS) mencatat kenaikan dalam tiga hari perdagangan berturut-turut hingga Selasa (13/2).

Dow Jones Industrial Average akhirnya menguat 39 poin atau 0,16% ke 24.640,45 setelah sempat turun hingga 180 poin pada perdagangan yang berakhir dini hari tadi.

Indeks S&P 500 menguat 0,26% ke 2.662,94. Sedangkan Nasdaq Composite kembali ke atas level 7.000 dengan kenaikan 0,45% ke 7.013,51.

Ketiga indeks sempat memerah pada awal perdagangan. “Pasar bertransaksi dengan antisipasi penurunan,” kata Robert Pavlik, chief investment strategist SlateStone Wealth. Dia menambahkan, tidak banyak penggerak pasar pada perdagangan Selasa.

Hari ini, AS akan merilis angka inflasi. Angka inflasi ini penting untuk menimbang kenaikan suku bunga acuan yang diramal terjadi bulan depan. “Rilis CPI pada hari Rabu akan menjadi CPI paling penting dalam 10 tahun, karena inflasi yang naik akan menjadi risiko terbesar rally pasar saham bertahun-tahun,” kata Tom Essaye, dounder The Seven Report dalam catatan yang dikutip CNBC.

Loretta Mester, Gubernur Federal Reserve Cleveland mengatakan, penurunan pasar saham tidak akan mempengaruhi outlook ekonomi bank sentral. “Penurunan pasar saham yang terus menerus memang akan menurunkan keyakinan dan bisa menekan minat risiko dan belanja. Tapi, pergerakan pasar masih jauh dari skenario ini,” kata Mester.