Rupiah masih loyo menghadapi dollar AS

//Rupiah masih loyo menghadapi dollar AS

Rupiah masih loyo menghadapi dollar AS

Kurs spot rupiah kembali mencetak rekor terendah. Kemarin, kurs spot rupiah turun 0,09% ke Rp 13.651 per dollar Amerika Serikat (AS), level terendah sejak Juni 2016. Kurs tengah rupiah Bank Indonesia (BI) juga turun 0,28% jadi Rp 13.644 per dollar AS.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, rupiah sebenarnya bergerak sideways. Rupiah lantas tertekan karena investor asing masih keluar dari surat berharga negara (SBN). Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemkeu mencatat, per 12 Februari 2018, kepemilikan asing di SBN tinggal Rp 855,53 triliun, turun Rp 6,51 triliun dari posisi Jumat (9/2).

Analis Asia Tradepoint Futures Andri Hardianto menambahkan, pelaku pasar juga masih menanti data inflasi AS yang akan dirilis hari ini. “Tapi karena datanya baru malam, nilai tukar rupiah berpotensi sedikit menguat,” kata dia, Selasa (13/2).

Karena itu, Andri memprediksi, kurs rupiah hari ini berada dalam rentang Rp 13.600-Rp 13.660 per dollar AS. Sementara Josua melihat pelaku pasar masih cenderung wait and see. Alhasil, nilai tukar rupiah masih stagnan dan bergerak dengan kisaran Rp 13.600-Rp 13.680 per dollar AS.

By |2018-02-14T11:23:19+00:00February 14th, 2018|Bisnis & Ekonomi|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment