StrategyDesk (Jum’at, 9 Maret 2018)
Bagi para investor ada dua isu geopolitik penting yang perlu diperhatikan pada hari Jum’at ini. Keduanya memiliki kaitan secara langsung dengan Presiden Donald Trump.

Isu pertama adalah mengenai kebijakan tarif import. Trump benar-benar memenuhi janjinya untuk menaikkan tarif impor baja sebesar 25 persen dan almunium sebesar 10 persen. Walaupun belakangan terkait kebijakan tersebut Trump juga menambahkan bahwa Canada dan Mexico serta akan ada beberapa negara lainnya yang tidak akan terkena dampak dari kebijakan tarif tersebut.

Rekan perdagangan utama lainnya termasuk Korea Selatan, China, dan European Union saat ini sedang persiapkan rencana mereka guna menanggapi kebijakan tersebut.

Bagi pihak investor, yang terpenting adalah reaksi lanjutan dari kebijakan yang dikeluarkan oleh Trump tersebut. Dan walaubagaimanapun juga masih ada ketidak jelasan mengenai nasib dai negara rekan perdagangan Amerika di luar Canada dan Mexico sehingga peluang untuk terjadinya perang perdagangan internasional masih tetap ada. Jika perang perdagangan benar-benar terjadi, maka kondisi tersebut akan memperlambat aktifitas ekport-import dan akan menghambat pemulihan ekonomi dunia.

Isu lainnya yang perlu untuk diperhatikan adalah pengumuman lainnya yang disampaikan oleh Gedung Putih pada hari Kamis kemarin yang mengatakan bahwa Trump telah setuju untuk lakukan pertemuan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, guna lakukan pembicaraan negoisasi mengenai penghentian aktifitas pengembangan senjata nuklir yang dilakukan oleh Korea Utara.

Untuk hari ini, bursa saham untuk wilayah Asia terlihat alami kenaikan, dengan kenaikan sejumlah besar indek utama asia lebih dari 1 persen. Sedangkan bursa saham di Eropa pada sore hari ini alami penurunan saat awal pembukaan, sedangkan indek acuan saham berjangka Amerika terlihat masih cenderung flat.

Secara keseluruhan pada minggu ini, pasar masih cenderung bergerak positip. Dow Jones industrial average, S&P 500 dan Nasdaq terlihat masih terus alami pemulihan dari penurunannya yang cukup besar pada bulan Januari.

Pada malam hari ini, Departemen Tenaga Kerja Amerika dijadwalkan akan merilis data tenaga kerja periode Februari pada pukul 8:30 a.m.ET.

Ekonom perkirakan akan ada penyerapan sebesar 200.000 tenaga kerja untuk periode Februari, performa penyerapan tenaga kerja kemungkinan besar masih akan tetap baik seperti yang terjadi pada periode Januari. Tingkat pengangguran diperkirakan akan tetap rendah pada level 4 persen, yang merupakan tingkat pengangguran terendah Amerika dalam 17 tahun.

Selain data penyerapan tenaga kerja dan tingkat pengangguran data “wage growth” juga penting untuk menjadi perhatian.

Sebelumnya pada bulan lalu pasar alami reaksi yang cukup besar terkait data pertumbuhan penghasilan yang alami pertumbuhan tertingginya sejak 2009. Walaupun efeknya adalah Dow alami penurunan sebesar 666 poin akibat para pelaku pasar mengkhawatirkan akan terjadinya inflasi yang dapat memicu kenaikan tingkat suku bunga.

Terkiat laporan earning, untuk saat ini musim earning Amerika dapat dikatakan sudah berlalu, sehingga hanya ada sedikit perusahaan yang dijadwalkan akan sampaikan laporan keuangannya, termasuk diantaranya adalah Big Lots (BIG) dan Party City (PRTY) yang dirilis sebelum bursa saham dibuka.

By |2018-03-09T18:18:21+00:00March 9th, 2018|Analisa|0 Comments

Leave A Comment