StrategyDesk (Senin, 12 Maret 2018)
Pada hari Senin (3/12/2018) bursa saham di seluruh dunia alami kenaikan mencapai level harga tertingginya dalam dua minggu terakhir. Kenaikan tersebut didukung oleh data laporan tenaga kerja Amerika yang rilis pada akhir minggu lalu. Sedikit banyak data laporan penyerapan tenaga kerja Amerika yang cukup baik tersebut telah membuat para investor relatif lebih tenang terhadap potensi terjadinya perang perdagangan antara Amerika dengan negara-negara lainnya.

Bursa saham di Eropa pada sore hari ini terlihat alami kenaikan, mengikuti bursa saham Asia yang sebelumnya juga tunjukkan kenaikan, sedangkan mata uang negara-negara berkembang terlihat alami penguatan didukung oleh banyaknya investor yang mulai berani untuk ambil asset-asset beresiko dan lakukan pelepasan innvestasi “safe haven” seperti emas dan surat hutang pemerintah.

Sebelumnya pada Jum’at minggu lalu, para pelaku pasar bersuka cita terhadap data non-farm payrolls yang tunjukkan penyerapan tenaga kerja sebesar 313.000 pekerjaan walaupun masih sedikit alami kekecewaan terhadap data pertumbuhan penghasilan yang alami perlambatan menjadi 2,6 persen setelah sempat tunjukkan percepatan pertumbuhan pada Januari tahun ini.

Tetapi dengan kombinasi data yang dirilis tersebut, maka untuk semntara ini para investor cenderung berpendapat bahwa ekonomi alami kombinasi pertumbuhan yang tinggi dengan inflasi rendah. Dan kondisi tersebut akan membuat para investor akan lakukan pembelian asset-asset beresiko seperti sahan dan surat hutang berbunga tinggi tanpa khawatir akan adanya kebijakan pengetatan ekonomi yang dilakukan oleh bank sentral.

Akibat dari penilaian spekulasi para investor tersebut, pada Jum’at minggu lalu, S&P 500 alami kenaikan lebih dari 1,7 dan merupakan pergerakan harian kedua terbaik untu tahun ini.

Di Eropa, Dax Jerman menjadi pemimpin kenaikan dengan kenaikan sebesar 0,9 persen, dan MSCI world equity index yang mengukur pergerakan 47 negara alami kenaikan mencapai level tertingginya dalam dua minggu.

Sebelumnya pada pagi hari ini, Indek MSCI Asia-Pacific diluar bursa saham Jepang alami kenaikan sebesar 1,3 persen. Indek tersebut alami kenaikan dalam tiga hari perdagangan terakhir.

Kospi Korea Selatan alami kenaikan 1 persen, sedangkan indek acuan saham Australia alami kenaikan 0,7 persen, dengan dominasi kenaikan didukung oleh saham-saham perusahaan pertambangan. Perusahaan tersebut alami kenaikan didukung oleh adanya spekulasi kenaikan komoditi pertambangan yang merupakan pengaruh dari kebijakan tarif Trump.

By |2018-03-12T17:18:11+00:00March 12th, 2018|Laporan Pasar|0 Comments

Leave A Comment