Dolar menyelam lebih dalam vs mata uang lain di sesi Asia pada Rabu pagi menyusul berita dari Gedung Putih yang menghalangi kepercayaan investor terhadap greenback. Presiden AS Donald Trump secara tak terduga memecat Sekretaris Negara dan bersiap untuk memberlakukan tarif impor kepada China.

Indeks Dolar AS yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama merosot 0,16% ke 89,56 pada pukul 10:54 WIB, level terendah pekan ini.

Presiden Trump dilaporkan telah menggulingkan Sekretaris Negara Rex Tillerson di Twitter pada hari Selasa – goncangan lain dari personil pemerintahan menyusul kepergian penasihat ekonomi utama Gary Cohn minggu lalu. Laporan yang menyebut bahwa AS berencana untuk mengenakan bea masuk hingga $60 miliar dari impor China juga mendapat perhatian.

Pasangan USD/JPY diperdagangkan turun 0,11%, setelah serangkaian berita yang menebar kegamangan dari pemerintahan Trump sehingga membuat investor beralih kepada mata uang safe haven semalam. RIsalah Bank of Japan dirilis pada hari Selasa, di mana Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda beserta rekan anggota dewan disebut mematuhi kebijakan pelonggaran moneter hingga inflasi mencapai target 2%. Pesanan mesin Jepang untuk bulan Januari juga naik jauh lebih tinggi daripada perkiraan 5,6%, mencetak 8,2% setelah tingkat sebelumnya -11,9%.

Aussie turun tipis 0,18% vs dolar di 0,7874, karena data China yang optimis dikutip sebagai sentimen negatif bagi Aussie. Angka produksi industri China bulan Februari naik 7,2% tahun ke tahun versus perkiraan 6,2%, dan investasi aset tetap meningkat 7,9% dibandingkan yang diperkirakan 7,0% . Sementara itu, penjualan ritel bulan Februari sedikit meleset dari perkiraan 9,8% yang datang pada nilai 9,7%. China adalah mitra dagang terbesar Australia dan rilis data ekonomi China cenderung berdampak pada Aussie.

Di tempat lain, People’s Bank of China (PBOC) menetapkan tingkat koreksi yuan terhadap dolar di 6,3205 versus 6,3218 hari Selasa. Pasangan USD/CNY terakhir dikutip di 6.3137, turun 0,10%.

By |2018-07-21T22:02:40+00:00March 14th, 2018|Bisnis & Ekonomi|0 Comments

Leave A Comment