StrategyDesk (Rabu, 11 April 2018)
Kenaikan yang terjadi pada bursa saham Asia mulai melambat hari Rabu (4/11/2018) ini setelah pada hari Selasa kemarin alami kenaikan yang cukup besar setelah para pelaku pasar optimis terhadap mulai mendinginnya perseteruan perdagangan antara China dan Amerika. Untuk saat ini para pelaku pasar cenderung untuk menunggu kelanjutan drama hubungan perdagangan Amerika-China.

Indek MSCI Asia-Pacific yang mengukur pergerakan bursa saham untuk wilayah Asia-Pacific di luar Jepang alami kenaikan sebesar 0,35 persen. Sebelumnya pada hari Selasa kemarin, indek acuan tersebut alami kenaikan sebesar 1,2 persen setelah Presiden China Xi Jinping keluarkan kebijakan penurunan tarif import dari Amerika.

Secara keseluruhan untuk saat ini, kemungkinan untuk kembali terjadinya penurunan masih tetap ada, dimana semuanya bergantung dari kelanjutan hubungan perdagangan antara Amerika dan China.

Pada hari ini, bursa saham Australia terlihat alami penurunan sebesar 0,25 persen dan Nikkei Jepang alami penurunan 0,1 persen.

Kospi Korea Selatan terlihat alami kenaikan sebesar 0,25 persen, Hangseng Hongkong naik 0,5 persen dan Shanghai China naik 0,2 persen.

Sebelumnya pada pagi hari ini, Wall Street ditutup dengan alami kenaikan. Dow alami kenaikan sebesar 1,8 persen, S&P 500 naik 1,7 persen dan Nasdaq naik 2,1 persen. Setelah Xi Jinping menyatakan akan menurunkan tarif import produk mobil dari Amerika.

Untuk pasar mata uang, euro alami kenaikan selama empat sesi perdagangan terakhir, dan berada pada level harga $1,2358. Nilai tukar euro saat ini hanya berjarak sedikit dari level harga tertingginya dalam dua minggu pada $1,2378.

Kenaikan nilai tukar euro didukung oleh pernyataan Ewald Nowotny dari European Central kepada Reuters bahwa kebijakan pembelian surat hutang senilai 2,55 trilliun euro akan di kurangi pada tahun depan.

Sejauh ini, sejak awal tahun, nilai tukar euro telah alami kenaikan sebesar 3 persen, didukung oleh adanya perkiraan bahwa ECB akan lakukan normalisasi kebijakan moneter dan menaikkan tingkat suku bunga.

Nilai tukar dollar terhadap Yen alami penurunan sebesar 0,05 persen menjadi 107,130. Sebelumnya pada penutupan pagi hari, nilai tukar dollar alami kenaikan sebesar 0,4 persen terhadap Yen. Dengan mulai meredanya ketegangan internasional, khususnya antara Amerika dan China para pelaku pasar mulai kembali mengalihkan investasi mereka pada dollar.

Indek dollar, yang mengukur pergerakan nilai tukar dollar terhadap enam mata uang utama dunia lainnya terlihat sedikit alami pergerakan pada hari ini, dan berada pada level 89,600. Sebelumnya pada hari Selasa kemarin indek dollar sempat alami penurunan sebesar 0,3 persen.

Minyak mentah terlihat masih cenderung untuk alami kenaikan, adanya peningkatan ketegangan wilayah Timur Tengah membuat harga minyak mentah masih memiliki kecenderungan untuk alami kenaikan.

Kontrak berjangka minyak mentah Amerika sedikit alami pergerkan dan berada pada level harga $56,52 per barrel. Sebelumnya pada hari Selasa kemarin, harga acuan minyak mentah alami kenaikan lebih dari 3 persen.

Minyak mentah jenis Brent alami penurunan 0,1 persen menjadi $70,96 per barrel pada hari ini. Sebelumnya pada hari Selasa kemarin, minyak mentah jenis Brent alami kenaikan sebesar 3,5 persen menjadi $71,34. Level harga tersebut merupakn tertinggi sejak Desember 2014.