StrategyDesk (Rabu, 18 April 2018)
Berita utama hari ini datang dari Gedung Putih, Presiden Donald Trump membuat gebrakan baru, memlaui strategi serangan terhadap Trans-Pacific Trade, dimana tindakan tersebut dilakukan hanya berselang sehari dimana Amerika akan bergabung dalam TPP.

Trump membuang kemitraannya dengan Trans-Pacific Partnersihps. Organisasi tersebut sebelumnya beranggotakan Amerika Serikat dan 11 negara lainnya. Dengan keluarnya Amerika dalam kesepakatan tersebut maka 11 negara lainnya akan menjalankan kesepakatan mereka tanpa Amerika.

Pada minggu lalu, Trump sampaikan pernyataannya kepada penasehat ekonominya untuk lakukan investigasi menyelutuh mengenai untung dan rugi jika Amerika tetap bertahan dalam organisasi tersebut. Pernyataan tersebut disampaikan oleh pihak Gedung Putih terkait keputusan Amerika untuk keluar dari TPP.

Konfirmasi bahwa Amerika keluar dari PTT, disampaikan oleh Trump melalui twetannya di Twitter pada hari Rabu, yang menyatakan bahwa TPP merupakan kesepakatan buruk bagi negara dengan ekonomi terbesar dunia.

Dalam twitannya Trump juga menyatakan bahwa walaupun Jepang dan Korea Selatan meminta Amerika untuk kembali masuk TPP tetapi bagi Trump kesepakatan tersebut tidak berikan keuntungan bagi Amerika.

Berita lainnya datang dari Tesla. Saham perusahaan tersebut alami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir didukung oleh adanya berita yang disampaikan oleh website Electrek. Berita tersebut menyebutkan adanya perbaikan bagi peningkatan produksi untuk Model 3 sehingga mampu untuk memproduksi 6000 unit kendaraan per minggu pada akhir Juni mendatang.

Laporan tersebut diperoleh dari sebuah surat yang di sampaikan oleh Chief Executive Elon Musk kepada para karyawan.
Tesla sejak Senin minggu ini telah menghentikan sementara produksi Model 3 guna memperbaiki fasilitas produksi mereka. Dengan adanya berita tersebut maka kekhawatiran bahwa kemampuan Tesla sulit untuk alami peningkatan menjadi hilang.

Berita perusahaan lainnya juga datang dari Starbucks. Perusahaan tersebut diberitakan akan menutup sebanyak 8000 gerai mereka di Amerika Serikat pada 29 Mei mendatang guna berikan pendidikan bagi pekerja mereka terkait bias rasial.

Pengumuman tersebut dirilis pada hari Selasa kemarin terkait sebuah kejadian penangkapan terhadap dua orang warga kulit hitam. Kedua orang tersebut di tangkap setelah adanya laporan dari store manager kepada polisi setelah ada dua orang kulit hitam yang berkunjung di gerai Starbucks Philadelphia. Belakangan di ketahui kedua orang tersebut sedang menunggu rekan mereka.

Pelatihan anti rasisme tersebut akan diberikan kepada sekitar kurang lebih 175.000 pekerja Starbucks.

Secara keseluruhan bursa saham untuk malam hari ini cenderung untuk dibuka dengan alami kenaikan. Indek acuan saham berjangka Amerika terlihat alami kenaikan dan kenaikan tersebut akan menjadi kenaikan untuk ketiga kalinya dalam tiga hari perdagangan terakhir.

Bursa saham utama Eropa dan Asia pada hari ini juga terlihat alami kenaikan.

Dow Jones industrial average sebelumnya pada hari Selasa ditutup dengan alami kenaikan sebesar 0,9 persen, sedangkan S&P 500 alami kenaikan sebesar 1,1 persen.

Nasdaq pada Selasa kemarin alami kenaikan paling besar, dengan kenaikan sebesar 1,7 persen didukung oleh lompatan kenaikan saham Netflix yang alami kenaikan sebesar 9 persen setelah perusahaan merilis laporan earning.

Untuk komoditi, harga komoditi almunium alami kenaikan mencapai level harga tertingginya sejak 2011, setelah Reuters melaporkan para pedagang Jepang menyatakan kepada Rusal Rusia untuk menghentikan pengapalan Almunium mereka karena adanya sangsi dari Amerika.

Pada malam hari ini, Morgan Stanley dijadwalkan akan sampaikan laporan keuangannya sebelum bursa saham dibuka.
Sedangkan untuk esok pagi setelah bursa saham tutup, American Express dan Alcoa di jadwalkan akan sampaikan laporan keuangnnya.

Data inventori minyak mentah Amerika akan dirilis pada pukul 10:30 a.m.ET. Harga minyak mentah dalam beberapa hari terakhir alami volatilitas pergerakan yang cukup tinggi akibat meningkatnya krisis Timur Tengah. Harga kontrak berjangka minyak mentah alami kenaikan sebesar 0,9 persen, diperdagangkan pada level harga $67 per barrel.
Federal Reserve pada dini hari ini, pukul 2 p.m.ET dijadwalkan akan merilis Beige Book Economic.

By |2018-04-18T19:39:05+00:00April 18th, 2018|Analisa|0 Comments

Leave A Comment