Investor Cenderung Menunggu Hasil Pertemuan China-Amerika Terkait Hubungan Perdagangan Bilateral Kedua Negara

//Investor Cenderung Menunggu Hasil Pertemuan China-Amerika Terkait Hubungan Perdagangan Bilateral Kedua Negara

StrategyDesk (Kamis, 3 Mei 2018)
Bursa saham untuk wilayah Asia pada hari Kamis (5/3/2018) alami penurunan, para pelaku pasar terlihat lebih cenderung untuk “wait and see” terhadap hasil pertemuan antara Amerika-China dalam membicarakan negoisasi terkait perdagangan bilateral kedua negara. Disisi lain nilai tukar dollar Amerika terlihat belum alami pemulihan dari penurunan yang terjadi sejak dirilisnya hasil pertemuan Federal Reserve Amerika pada dini hari tadi. Walaupun alami penurunan nilai tukar dollar Amerika masih memiliki peluang alami kenaikan.

Terkait pertemuan antara Amerika-China, untuk sementara ini kabinet kerja Trump telah sedikit berikan kelonggaran dengan mengendurkan tekanan terhadap sejumlah perusahaan Amerika yang sempat tidak diperbolehkan lakukan penjualan peralatan komunikasi di Amerika Serikat.

Negoisasi antara Menteri Keuangan Amerika Steven Mnuchin dan wakil Perdana Menteri China Liu He kesimpulannya akan diumumkan hari Kamis ini.

Walaupun demikian, ada indikasi bahwa pihak utusan dari Amerika tersebut hanya berikan sedikit kelonggaran dalam negoisasi yang saat ini masih berlangsung, kesimpulan tersebut diperoleh karena pihak delegasi dari Amerika tersebut membatasi kunjungan mereka ke China paling lambat harus sudah meninggalkan China pada hari Jum’at besok, sehingga dengan demikian peluang-peluang negoisasi menjadi sempit.

Indek MSCI Asia-Pacific yang merupakan indek acuan pergerakan saham wilayah Asia Pacific diluar Jepang terlihat alami penurunan sebesar 0,5 persen pada hari ini, sedangkan indek acuan saham Korea Selatan terlihat alami penurunan sebesar 0,4 persen.

Indek acuan saham “blue-Chips” China alami penurunan sebesar 0,1 persen dan hanya berjarak tidak terlalu jauh dari level harga terendahnya dalam delapan bulan terjadi pada April silam. Indek Nikkei Jepang untuk hari ini tutup karena adanya hari libur nasional. Sedangkan disisi lain, indek acuan saham berjangka AMerika E-mini S&P 500 terlihat cenderung bergerak lambat.

Sebelumnya, pada Rabu kemarin Wall Street terlihat alami penurunan. Adanya pengetatan terhadap penjualan perusahaan-perusahaan produsen peralatan telekomunikasi China di Amerika membuat para pelaku pasar khawatir akan terjadinya perang perdagangan antara kedua negara.

Pada Rabu kemarin, Dow Jones alami penurunan sebesar 0,72 persen, S&P 500 alami penurunan sebesar 0,72 persen dan Nasdaq turun 0,42 persen.

Terkait pertemuan Fed yang berlangsung hari Selasa dan Rabu minggu ini, pada akhirnya Fed memutuskan untuk tetap pertahankan tingkat suku bunga acuan tanapa adanya kenaikan, hasil tersebut sesuai yang diperkirakan oleh para pelaku pasar. Walaupun demikian, ada peluang yang cukup besar tingkat suku bunga acuan akan alami kenaikan pada pertemuan Fed selanjutnya, hal tersebut didukung oleh pernyataan Fed yang menyatakan bahwa tingkat inflasi saat ini telah mendekati level terget dari FED.

Nilai tukar euro terlihat mulai dapat bertahan dari tekanan turun akibat penguatan dollar Amerika. Walaupun pada Rabu kemarin nilai tukar euro ditutup pada level harga $1,1915 yang mana nilai tersebut menembus level harga terendah euro dalam 15 minggu terakhir pada $1,1936. Saat ini nilai tukar euro mulai sedikit alami kenaikan dan berada pada level harga $1,2001.

Nilai tukar dollar Amerika sebelum dirilisnya kesimpulan hasil pertemuan FED sempat menyentuh level harga tertingginya dalam tiga bulan terhadap Yen pada 110,05. Walaupun kemudian alami penurunan setelah dirilisnya hasil pertemuan FED. Saat ini nilai tukar dollar terhadap Yen berada pada level 109,64 Yen.

Secara keseluruhan indek nilai tukar dollar Amerika yang mengukur pergerakan dollar Amerika terhadap enam mata uang utama dunia lainnya berada pada level 92,542, mendekati level harga tertinggi sebelumnya yang terbentuk pada Desember tahun lalu yaitu 92,834.

By |2018-05-03T17:21:16+00:00May 3rd, 2018|Laporan Pasar|0 Comments

Leave A Comment