StrategyDesk (Jum’at, 18 Mei 2018)
Bursa saham Asia alami kenaikan pada Jum’at (5/18/2018) pagi, didukung oleh harapan positip para pelaku pasar terhadap perkembangan negoisasi perdagangan Amerika-China. Disisilain, indek nilai tukar dollar Amerika alami kenaikan mencapai level harga tertingginya dalam lima bulan terakhir, didukung oleh kenaikan suku bunga surat hutang pemerintah yang mencapai level tertingginya dalam tujuh tahun terakhir.

Indek MSCI Asia-Pacific yang mengukur pergerakan bursa saham Asia di luar Jepang alami kenaikan sebesar 0,05 persen. Indek tersebut terlihat menuju penurunan 1 persen untuk minggu ini.

Nikkei Jepang alami kenaikan sebesar 0,2 persen, Kospi Korea alami kenaikan sebesar 0,25 persen dan bursa saham Australia alami kenaikan sebesar 0,05 persen.

Wall Street alami sedikit penurunan pada penutupan pagi hari ini, akibat para pelaku pasar yang cenderung menunggu kepastian negoisasi perdagangan antara Amerika dan China.

Sebelumnya pernyataan Trump yang cenderung mengeluhkan negoisasi dengan China membuat para pelaku pasar cenderung pesimis, namun kemudian penawaran yang di ajukan oleh China yang berisi mengenai pembelian sejumlah produk dari Amerika oleh China guna menurunkan defisit perdagangan Amerika dengan China yang mencapai kurang lebih $200 milliar pertahun berikan harapan positip.

Pembicaraan bagian kedua antara pejabat senior kabinet pemerintahan Trump dan para pejabat China dimulai pada hari Kamis. Fokus utama dari pertemuan tersebut adalah mengenai surplus perdagangan China dan peningkatan perlindungan terhadap kekayaan intelektual Amerika.

Indek nilai tukar dollar Amerika, untuk hari ini setelah pada hari Kamis kemairn alami kenaikan mencapai level tertingginya dalam lima bulan pada 93,632 terlihat cenderung bergerak flat pada level 93,482.

Untuk minggu ini indek tersebut alami kenaikan kurang lebih sebesar 1 persen, didukung oleh kenaikan tingkat suku bunga surat hutang.

Niali tukar euro alami kenaikan sebesar 0,05 persen pada $1,1800 tetapi tidak berjarak terlalu jauh dari level terendah lima bulan pada $1,1763 yang sempat terbentuk pada Rabu minggu ini. Nilai tukar euro alami penurunan hampir 1,2 persen pada minggu ini. Kondisi ketidak pastian politik Itali memicu penurunan nilai tukar euro.

Untuk pasar komoditi, kontrak berjangka minyak mentah Brent alami sedikit pergerakan pada $79,42 per barrel setelah sempat alami kenaikan mencapai $80,50 pada Kamis kemarin, yang mana merupakan level harga tertingginya sejak November 2014.

Sejauh ini, pada minggu ini, minyak mentah Brent alami kenaikan sebesar 3 persen dan indikasikan pembentukan kenaikan selama enam minggu berturut-turut.

Adanya penurunan yang sangat cepat terhadap suplai minyak mentah dari Venezuela, membuat sangsi Amerika terhadap Iran yang akan mengganggu eksport minyak dari negara tersebut menjadi lebih diperhatikan oleh para pelaku pasar. Jika kondisi tersebut di kombinasikan juga dengan penurunan inventori minyak mentah dunia maka kondisi tersebut akan membuat minyak mentah dapat alami kenaikan hampir 20 persen pada 2018.

Suku bunga surat hutang pemerintah Amerika jangka waktu 10 tahun pada Kamis kemarin alami kenaikan mencapai level tertinggi dalam tujuh tahun, yaitu pada 3,122 persen.

By |2018-05-18T09:58:35+00:00May 18th, 2018|Laporan Pasar|0 Comments

Leave A Comment