StartegyDesk (Selasa, 22 Mei 2018)
Bursa saham ditutup dengan alami kenaikan pada pagi hari ini, dan kenakan saham perusahaan industrial membuat Dow Jones berhasil alami kenaikan mecapai level penutupan tertinggi dalam lebih dari dua bulan terakhir. Kenaikan yang terjadi pada bursa saham Amerika tersebut tidak terlepas dari menurunnnya kekhawatiran para pelaku pasar terhadap perang perdagangan antara Amerika dan China.

Menteri Keuangan Amerika Steven Mnuchin pada akhir pekan kemarin berkomentar bahwa kedua negara (Amerika-China) untuk sementara waktu menghentikan prospek perang perdagangan dan setuju untuk lakukan penundaan guna lakukan pembicaraan mengenai peningkatan ekport Amerika ke China.

Dikatakan juga bahwa Amerika dan China telah setuju untuk melakukan normalisasi kembali tarif import yang masing-masing mereka terapkan.

Indek acuan sektor industri, S&P industrial (.SPLRCI) alami kenaikan sebesar 1,5 persen. Saham Boeing alami kenaikan sebesar 3,6 persen, bisnis Boeing termasuk memiliki keterkaitan yang cukup besar dengan China, dimana sebanyak 1/4 penjualan pesawat komersial Boeing adalah China. Kenaikan saham Boeing berikan sumbangan yang cukup besar bagi kenaikan Dow Jones.

Indek Russell 2000 juga terlihat alami kenaikan sebesar 0,7 persen dan mencapai rekor penutupan harga tertinggi dalam empast sesi perdagangan terakhir. Indek ini menggambarkan pergerakan harga saham-saham dengan kapitalisasi kecil.

Secara keseluruhan pada perdagangan hari Senin kemarin yang ditutup pagi hari ini, Dow Jones Industrial Average (.DJI) alami kenaikan sebesar 298,2 poin atau 1,21 persen menjadi 25.013,29. S&P 500 (.SPX) alami kenaikan sebesar 20,04 poin atau 0,74 persen menjadi 2.733,01 dan Nasdaq Composite (.IXIC) alami kenaikan sebesar 39,70 poin atau 0,54 persen menjadi 7.394,04.

General Electric (GE.N) alami kenaikan sebesar 1,9 persen. Pada senin kemarin perusahaan ini telah mengkonfirmasi penjualan bisnis transportasinya kepada Wabtec.

Terkait “gencatan senjata” antara Amerika dan China, tidak semua perusahaan peroleh pengaruh positip, karena dengan adanya kenaikan tarif import yang diterapkan oleh Amerika sebenarnya ada sejumlah perusahaan yang akan diuntungkan. Dengan adanya “gencatan senjata” tersebut maka keuntungan tersebut akan menjadi hilang. Diantara perusahaan yang peroleh keuntungan dengan kenaikan tarif Import adalah AK Steel (AKS.N) dan US Steel (X.N) dengan. Akibat dari kesepakatan yang diperoleh pada akhir minggu kemarin, saham AK Steel alami penurunan sebesar 5,1 persen dan US Steel alami penurunan sebesar 3,8 persen.

Kesepakatan Amerika-China tersebut juga mendongkrak kenaikan sektor teknologi, khususnya perusahaan produsen Chip komputer, karena sebagian besar klien perusahaan-perusahaan tersebut adalah perusahaan China. Indek Philadelphia Chip (.SOX) alami kenaikan sebesar 1,1 persen dan Indek S&P Technology (.SPLRCT) alami kenaikan sebesar 0,8 persen.

Secara keseluruhan pada hari Senin kemarin ada sebanyak 5,8 milliar lembar saham yang diperdagangkan, dibawah rata-rata transaksi harian dalam 20 hari perdagangan terakhir, yaitu 6,6 milliar lembar saham.

By |2018-05-22T11:28:03+00:00May 22nd, 2018|Laporan Pasar|0 Comments

Leave A Comment