StrategyDesk (Jum’at, 25 Mei 2018)
Wall Street ditutup dengan alami penurunan pada Kamis kemarin. Pembatalan pertemuan Amerika dan Korea Utara oleh Presiden Donald Trump dan akan dikeluarkannya kebijakan kenaikan tarif bagi produk import otomotif menjadi katalis utama penurunan yang terjadi. Walaupun alami penurunan, tetapi berkat adanya kenaikan pada saham Netflix dan General Electric, maka penurunan yang terjadi menjadi terbatas.

Trump sebelumnya pada hari Rabu minggu ini, meminta kepada para kabinet kerja terkait untuk lakukan investigasi terhadap import kendaraan dan suku cadangnya guna menentukan kenaikan tarif bea import produk-produk tersebut.

Dan kemudian pada hari Kamis kemarin, Trump membatalkan pertemuannya dengan Kore Utara yang sebelumnya direncanakan akan berlangsung pada 12 Juni mendatang. Disisi lain pihak Korea Utara terlihat serius terhadap nonaktif pengembangan nuklir mereka.

Khusus untuk sektor energi, penurunan harga saham pada sektor ini lebih disebabkan oleh adanya penurunan harga minyak mentah. Akibat penurunan harga minyak mentah, indek S&P energi (.SPNY) ditutup dengan alami penurunan sebesar 1,7 persen.

Walaupun tekanan turun yang dialami bursa saham cukup besar pada Kamis kemarin, namun secara keseluruhan penurunan yang terjadi alami tahanan, yang didukung oleh kenaikan harga saham General Electric (GE.N) sebesar 3 persen dan Netflix sebesar 1,3 persen.

Valuasi saham Netflix alami ledakan mencapai $153 milliar dan melampaui valuasi Walt Disney Co untuk pertama kalinya, sehingga menjadikan Netflix sebagai perusahaan entertainment paling bernilai didunia.

Secara keseluruhan pada Kamis kemarin, Dow Jones Industrial Average (.DJI) alami penurunan sebesar 75,05 poin atau 0,3 persen menjadi 24.881,76; S&P 500 (.SPX) turun 5,53 poin atau 0,2 persen menjadi 2.727,76 dan Nasdaq Composite (.IXIC) turun 1,53 poin atau 0,02 persen menjadi 7.424,43.

Saham Ford dan General Motor juga terlihat alami kenaikan. Adanya kemungkinan kenaikan tarif import produk otomotif menjadikan daya saing penjualan Ford dan GM alami peningkatan.

Pada Kamis kemarin, berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Thomson Reuters tercatat ada sebanyak 6,3 milliar lembar saham yang diperdagangkan, dibawah rata-rata transaksi 20 hari terakhir, yaitu 6,6 milliar lembar saham.