StrategyDesk (Rabu, 6 Juni 2018)
Facebook alami permasalahan baru, pada hari Selasa kemarin, perusahaan tersebut menyatakan bahwa mereka telah memberikan akses data pengguna bagi Huawei, perusahaan produsen smartphone China. Bagi badan intelegen Amerika tindakan Facebook tersebut dinilai sebagai pelanggaran keamanan.

Facebook menyatakan bahwa mereka lakukan kerjasama dalam mengoperasikan data-sharing dengan empat perusahaan produsen smartphone China, yaitu Huawei, Lenovo, Oppo, dan TCL. Karena dengan data-sharing tersebut maka perusahaan-perusahaan tersebut dapat memberikan pengalaman penggunaan Facebook bagi para pengguna smartphone mereka.

Akibat dari keluarnya berita tersebut muncul pertanyaan besar mengenai bagaimana Facebook dapat mengendalikan informasi personal tiap penggunanya dan melindungi privacy setiap pengguna. Saham Facebook pada hari Selasa kemarin alami penurunan sebesar 0,2 persen.

Alphabet, perusahaan induk dari Google, pada hari Rabu ini dijadwalkan akan adakan pertemuan dengan para investor.

Sebagian besar pemegang saham kemungkinan besar pada pertemuan tersebut akan sampaikan sejumlah pertanyaan terkait kompensasi yang diberikan kepada para petinggi perusahaan serta target-target kerja mereka. Google, seperti halnya banyak perusahaan teknologi lainnya alami kesulitan dalam mengangkat dan mempromosikan wanita dan orang-orang “kulit berwarna”. Kemungkinan besar pertanyaan terkait gender dan ras tersebut akan sulit untuk dijawab.

ZTE dilaporkan sedang berusaha untuk mencabut pembekuan izin pembelian komponen telekomunikasi dari perusahaan Amerika.

Reuters memberitakan bahwa perusahaan tersebut, merupakan salah satu perusahaan raksasa produsen smartphone China yang telah menandatangani perjanjian dengan departemen perdagangan Amerika terkait pencabutan pembekuan izin pembelian komponen dari perusahaan Amerika.

Sebelumnya pada bulan April, kabinet kerja Trump telah keluarkan aturan bagi perusahaan Amerika agar mereka tidak dapat lekukan penjualan barang dan jasa kepada ZTE. Saham ZTE juga alami suspen perdagangan sejak saat itu.

Australia di beritakan berhasil bukukan data GDP yang lebih baik dari yang diperkirakan. Ekonomi negara tersebut tunjukkan pertumbuhan sebesar 3,1 persen untuk periode tahunan yang berakhir Maret.

Secara keseluruhan ada kecenderungan pergerakan saham kearah positip pada hari ini, yang ditunjukkan oleh indek acuan saham berjangka AMerika yang tunjukkan kenaikan pada sore hari ini.

Bursa saham Eropa pada pembukaan hari ini terlihat alami pergerakan mix, sedangkan bursa saham Asia pada hari ini terlihat sebagian besar alami kenaikan.

Sebelumnya pada hari Selasa kemarin, Dow Jones industrial average ditutup dengan alami penurunan sebesar 0,1 persen, sedangkan S&P 500 alami kenaikan 0,1 persen. Nasdaq alami kenaikan sebesar 0,4 persen dan menyentuh level harga tertinggi baru.

Departemen Statistik Amerika, pada pukul 8:30 a.m.ET dijadwalkan akan merilis data trade balance untuk periode April. Sedangkan data crude inventori Amerika akan dirilis pada pukul 10:30 a.m.ET.