Market Outlook: Awan Kelabu Kembali Memayungi Wall Street

//Market Outlook: Awan Kelabu Kembali Memayungi Wall Street

Market Outlook: Awan Kelabu Kembali Memayungi Wall Street

Penurunan harga kontrak berjangka minyak mentah Amerika terlihat cenderung untuk berlanjut pada hari Senin ini, dimana harga kontrak tersebut terlihat alami penurunan sebesar 1,6 persen menjadi $64 per barrel pada hari ini.

Penyebab utama penurunan harga minyak mentah pada hari ini adalah akibat adanya kekhawatiran para investor yang cukup tinggi terkait pertemuan antara OPEC dan negara-negara produsen minyak mentah utama dunia di Vienna yang akan berlangsung pada minggu ini. Topik utama yang akan menjadi pembicaraan pada pertemuan tersebut adalah mengenai kondisi suplai minyak mentah dunia. Seperti yang telah diketahui sebelumnya, sejak tahun 2017 negara-negara produsen minyak mentah utama dunia, termasuk OPEC telah lakukan pengurangan produksi minyak mentah guna mendongkrak harga, dan setelah berjalan kurang lebih setahun, kebijakan tersebut telah membuat harga minyak mentah alami kenaikan signifikan. Muncul kekhawatiran jika dalam pertemuan tersebut pada akhirnya akan memutuskan untuk menambah kuota produksi minyak mentah.

Disisi lain adanya pengurangan suplai minyak mentah dunia dari Iran terkait sangsi yang dikenaikan Amerika dan kondisi politik Venezuella yang tidak stabil yang membuat berkurangnya suplai minyak mentah dari negara tersebut juga akan menjadi pertimbangan penting dalam pertemuan tersebut guna memutuskan untuk menambah kuota produksi minyak mentah atau mempertahankannya.

Selain berita terkait pertemuan di Vienna, berita lainnya yang juga cukup penting untuk di perhatikan datang dari Google. Perusahaan tersebut mengumumkan bahwa mereka akan lakukan akuisis senilai $550 juta terhadap JD.Com (JD).
JD.Com merupakan perusahaan retail online dan merupakan pesaing Alibaba dalam bisnis retail online.

Sejauh ini, Google dikenal luas sebagai perusahaan “mesin pencari”, gmail, dan Youtube. Dan perusahaan ini memiliki kendala besar dalam memasuki bisnis di China, karena produk-produk populernya dilarang penggunaannya di China. Walaupun demikian di ketahui juga bahwa perusahaan sejauh ini terus meningkatkan investasi mereka untuk memasuki bisnis di China dan Asia. Sehingga Akuisisi JD.Com dapat dikatakan sebagai salah satu usaha Google untuk lakukan penetrasi yang lebih besar lagi di pasar China dan Asia.

Berita perkembangan “BREXIT” juga akan menjadi perhatian para pelaku pasar. Diberitakan bahwa British Chambers of Commerce menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi Inggris. Diperkirakan pertumbuhan ekonomi Inggris untuk 2018 hanya akan berada pada kisaran pertumbuhan 1,3 persen, yang mana tingkat pertumbuhan tersebut merupakan yang terendah sejak 2009.

Terkait analisanya, BCC menyatakan penyebab utama penurunan pertumbuhan ekonomi tersebut, termasuk diantaranya adalah akibat Brexit yang menciptkaan ketidak pastian kondisi ekonomi, kenaikan tingkat suku bunga, resiko dari perang perdagangan, dan kenaikan harga acuan minyak mentah.

Dengan kondisi tersebut, maka para investor akan peroleh tambahan informasi penting terkait pertumbuhan ekonomi Inggris kedepannya pada hari Kamis minggu ini, dimana Bank of England akan umumkan kebijakan moneter.
Berita terakhir yang perlu diperhatikan untuk hari ini akan datang dari dalam negeri Amerika. Diperkirakan pada hari Senin ini Departemen Hukum Amerika kemungkinan besar akan ambil keputusan mereka terkait pajak transaksi online di negara bagian Dakota.

Aturan yang berlaku saat ini, perusahaan retail online tidak dapat menarik pajak penjulan kecuali jika kedua syarat terpenuhi, yaitu perusahaan penjual online memiliki kantor fisik di negara bagian Dakota dan pembeli mereka juga tinggal di Dakota.

Sebagai informasi tambahan berdasarkan data, dengan aturan lama, negara bagian Dakota pada tahun lalu peroleh pendapatan sebesar $13,4 milliar dari pajak penjualan online.

Untuk sore hari ini, secara keseluruhan, bursa saham Eropa alami penurunan, begitu juga dengan Asia yang ditutup dengan alami penurunan. Indek acuan saham berjangka Amerika juga terlihat alami penurunan pada hari ini. Sedangkan bursa saham di Hong Kong dan China daratan pada hari ini ditutup libur.

Sebelumnya, pada Jum’at minggu lalu, Dow Jones industrial Average ditutup turun sebesar 0,3 persen, S&P 500 turun 0,1 persen dan Nasdaq turun 0,2 persen.

By |2018-07-21T22:02:39+00:00June 18th, 2018|Analisa|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment