Perang Perdagangan Amerika-China Akan Pengaruhi Bisnis Dunia

//Perang Perdagangan Amerika-China Akan Pengaruhi Bisnis Dunia

Perang Perdagangan Amerika-China Akan Pengaruhi Bisnis Dunia

Soegee Futures–Pictet Asset Management di London merilis sebuah modeling ekonomi yang dapat berikan gambaran pengaruh dari perang perdagangan internasional yang disulut oleh Amerika. Berdasarkan modeling tersebut, kenaikan tarif impor sebesar 10 persen yang diterpakan oleh Amerika terhadap produk-produk China akan berikan pukulan keras bagi konsumen, yang akan berujung terjadinya stagflasi ekonomi global dan akan membuat pendapatan perusahaan dunia alami penurunan sebesar 2,5 persen.

Pengaruh dari “trade war” antara Amerika-China akan berpengaruh global, karena seperti diketahui bahwa saat ini Amerika dan China merupakan negara ekonomi terbesar pertama dan kedua dunia yang menjadi penghubung bagi bisnis banyak negara di dunia. Sehingga permasalahan yang dialami oleh kedua negara tersebut tentu akan berikan pengaruh besar juga bagi negara-negara lainnya.

Untuk menjelaskan keterkaitan tersebut kita dapat ambil contoh misalnya adalah bisnis teknologi di Taiwan. Negara Taiwan didunia dikenal sebagai negara manufakturing. Salah satu perusahaan manufakturing Taiwan yang cukup terkenal adalah Foxconn. Perusahaan tersebut merupakan perusahaan industri teknologi dan semiconductor. Perusahaan ini dalam menjalankan bisnisnya lakukan kerjasama dengan bergbagai macam perusahaan dunia. Salah satunya adalah Apple. Dalam kerjasama dengan Apple, Foxconn berperan sebagai perusahaan manufactruting yang memproduksi iPhone.

Dengan demikian maka dapat dikatakan “trade war” Amerika-China jelas akan mempengaruhi kerjasama antara Apple-America dan Foxconn-Taiwan.

Disisi lain di wilayah belahan dunia lainnya juga ada negara yang bernama Hungaria. Negara tersebut juga merupakan negara manufakturing. Dan diketahui juga bahwa dalam menjalankan bisnis manufakturnya selain bekerja sama dengan negara-negara European Union, Hungaria juga memiliki kerjasama dengan Amerika.

Dengan semakin meningkatnya keteganagan Amerika-China, maka tidak tertutup kemungkinan akan terjadi pengalihan produksi Apple dari Taiwan ke Hungaria.

Satu sisi terlihat bahwa Taiwan alami kerugian bisnis jika terjadi pengalihan kontrak produksi. Sisi lainnya Amerika-Apple juga akan alami kerugian nilai bisnis juga, karena dipilihnya Taiwan sebagai manufakturing Apple juga tidak terlepas karena biaya produksi yang rendah.

Melalui contoh tersebut maka dapat disimpulkan bahwa bukan hanya Amerika-China saja yang akan alami kerugian akibat “trade war”, tetapi Taiwan juga ikut alami kerugian.

Pada kenyataanya Apple bukanlah satu-satunya perusahaan Amerika yang lakukan kerjasama internasional. Dimana ada cukup banyak perusahaan Amerika dan China yang lakukan kontrak kerjasama internasional.

By |2018-07-05T15:39:32+00:00July 5th, 2018|Analisa|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment