Soegee Futures — Coca-Cola Co (KO) seringkali dikategorikan sebagai perusahaan yang “telah berada di puncaknya”, tetapi pernyataan seperti itu sebenarnya muncul karena adanya pengabaian terhadap nilai bisnis perusahaan dalam jangka panjang yang kemungkinan besar dapat diberikan oleh perusahaan ini. Di luar itu semua kinerja bisnis Coca-Cola dapat dikatakan telah teruji oleh waktu, hal tersebut dibuktikan melalui pembagian dividend perusahaan yang sangat konsisten dan terus alami pertumbuhan dari tahun ke tahun. Coca-Cola hingga saat ini juga terbukti berhasil mempertahankan keunggalan bisnis minuman dari para pesaingnya dengan mengandalkan jaringan distribusi global dan keunggulan tersebut tidak terbantahkan dalam jangka panjang.

Tetapi keyakinan pasar terhadap kata-kata bahwa perusahaan ini telah berada di puncaknya sehingga menyebabkan harga sahamnya perlahan-lahan alami penurunan tidaklah tanpa alasan dan bukti yang kuat.

Alasan pertama adalah adanya keterbatasan pertumbuhan bisnis. Bagaimanapun juga bagi perusahaan raksasa seperti Coca-Cola dengan distribusi produk mencapai lebih dari 200 negara di seluruh dunia alami kesulitan untuk mencari penyebaran pasar yang lebih luas lagi, karena penyebaran pasar yang ada saat ini dapat dikatakan sudah mencapai tingkat maksimalnya.

Alasan kedua adanya kecenderungan penurunan permintaan terhadap minuman bersoda. Kondisi tersebut terjadi karena adanya kecenderungan orang-orang saat ini lebih cenderung untuk memperhatikan isu bagi kesehatan terhadap makanan dan minuman.

Walaupun kedua alasan tersebut menjadi penyebab utama dari penurunan kinerja saham perusahaan, namaun seharusnya faktor-faktor tersebut tidak menjadikan para investor dapat meremehkan perusahaan raksasa ini. Ada beberapa faktor yang seharunya kita perhatikan karena faktor tersebut akan dapat menjadi kunci penilaian bisnis Coca-Cola kedepannya.

Pertama Coca-Cola dapat dikatakan bukan perusahaan yang bersifat monoton dan bergantung pada produk itu-itu saja. Selain minuman bersoda, perusahaan hingga saat ini terus mengembangkan bisnis minumannya, diantaranya dengan membuat minuman alkohol yang sebelumnya belum pernah dilakukan perusahaan, teh, kopi, dan Jus. Saat ini Coca-Cola telah memiliki 21 merek dagang dengan nilai lebih dari $1 milliar per tahun. Dengan kepemilikan jaringan distribusi pemasaran pada lebih dari 200 negara maka seharunya pengaruh dari pengembangan tersebut akan segera dapat dirasakan.

Kedua Coca Cola secara berkesinambungan terlihat terus memantau bisnis mereka pada tiap-tiap negara. Yang mana tindakan tersebut tercermin dalam pengembangan produk Coca-Cola, salah satunya adalah pengembangan minuman ber-alkohol di Jepang yaitu chuhai yang merupakan minuman alkohol dengan rasa lemon yang dipasarkan perusahaan di Jepang.

Berdasarkan data rasio keungan perusahaan yang sahamnya diperdagangkan pada kisaran harga $40-an tersebut memiliki P/E 21,87 dengan forward P/E 19,92; dividend yield 3,47 persen, dengan payout ratio 75,4 persen. Baik P/E perusahaan maupun forward P/E keduanya telah berada dibawah rata-rata lima tahun terakhir yaitu 37,69; juga lebih rendah dibandingkan P/E industri yaitu 47,70 dan lebih rendah dari P/E S&P 500 yaitu 24,91. Padahal disisi lain dividend yield perusahaan ternyata lebih tinggi dibandingkan rata-rata lima tahun, yaitu 3,08 persen.

Dengan kondisi-kondisi tersebut, maka dapat dikatakan bahwa harga saham perusahaan saat ini telah “under value” atau paling tidak sudah berada pada nilainya, dan dengan demikian dalam jangka pangjang memiliki kecenderungan untuk alami kenaikan.

By |2018-07-17T13:57:19+00:00July 17th, 2018|Laporan Pasar|0 Comments

Leave A Comment