Soegee Futures — China lakukan penurunan nilai tukar mata uang Yuan dan menjadi kebijakan mata uang terbesar mereka dalam dua tahun terakhir pada hari Jum’at (7/20/2018). Keputusan tersebut diambil hanya selang beberap jam setelah Presiden Amerika Donald Trump mengumumkan penurunan mata uang dollar.

Peopple Bank of China (PBOC) menetapkan tingkat referensi dollar ada di 6,7671 yuan. Akibatnya mata uang Yuan alami penurunan sebesar 0,9 persen. Bank sentral China menganut kebijakan mata uang Fix Rate dan membuat pergerakan Yuang terhadap dollar hanya memiliki rentang 2 persen lebih tinggi atau lebih rendah dari nilai yang telah ditetapkan.
Akibat dari kebijakan yang dikeluarkan oleh PBOC tersebut, mata uang Yuan alami pelemahan mencapai level terendahnya dalam setahun terakhir.

Pada hari Jum’at ini terlihat nilai tukar Yuan di Hong Kong alami penurunan dan masih memiliki kecenderungan untuk alami penurunan. Nilai tukar Yuan sempat menyentuh level harga 6,8363 per dollar, dan merupakan yang terendah sejak Juni 2017.

Berdasarkan Indek Wind Info terkait adanya kekhawatiran akan pertumbuhan ekonomi China yang dikombinasi dengan konflik perdagangan dengan Amerika yang semakain memanas, ditambah juga dengan adanya peluang divergensi suku bunga antara Chia dan Amerika membuat Yuan alami pelemahan. Dalam sebulan terakhir hingga penutupan Kamis kemarin Yuan telah alami penurunan sebesar 5,3 persen terhadap dollar Amerika dan alami pelemahan sebesar 3,5 persen terhadap mata uang negara-negara mitra dagang China.

Akibat negaatif dari penurunan tajam Yuan pada tahun ini akan memicu terjadinya arus keluar modal yang akan sulit untuk dikendalikan oleh pemerintah China.

By |2018-07-21T22:02:39+00:00July 20th, 2018|Bisnis & Ekonomi|0 Comments

Leave A Comment