Soegee Futures — Musim earning dari perusahaan-perusahaan raksasa Amerika masih akan menjadi fokus utama perhatian para pelaku pasar pada perdagangan malam hari ini.

Perusahaan-perusahaan yang dijadwalkan akan sampaikan laporan keuangannya pada malam hari ini sebelum bursa saham dibuka, termasuk diantaranya adalah 3M (MMM), Eli Lilly (LLY), Harley-Davidson (HOG), JetBlue Airways (JBLU), Kimberly-Clark (KMB), Lockheed Martin (LMT), Sherwin-Williams (SHW) dan Verizon (VZ). Sedangkan AT&T (T), Chubb (CB) dan Texas Instruments (TXN) dijadwalkan akan sampaikan laporan keuangannya pada esok pagi setelah bursa saham tutup.

Laporan keuangan dari Harley-Davidson berpeluang untuk peroleh perhatian khusus oleh para pelaku pasar, khususnya terkait pernyataan perusahaan mengenai pengaruh dari kebijakan tarif terhadap bisnis perusahaan kedepannya. Sebelumnya pada bulan lalu, Harley ambil kebijakan berupa perpindahan sejumlah fasilitas produksi perusahaan yang berada di luar Amerika guna memperkecil pengaruh negatif dari kebijakan tarif Presiden Trump.
Berita laporan earning perusahaan raksasa dunia juga datang dari Eropa. PSA Group (PUGOY), yang merupakan perusahaan pemilik merek dagang produk otomotif Peugeot dan Opel laporkan adanya kenaikan penjualan sebesar 40 persen untuk periode enam bulan pertama tahun ini. Analis dari Jefferies berikan tanggapan terkait laporan tersebut dengan menyatakan adanya sebuah kejutan dari jumlah penjualan tersebut. Setelah dirilisnya laporan tersebut, harga saham PSA Group alami kenaikan sebesar 9 persen.

Informasi lainnya seputar laporan keuangan perusahaan datang dari UBS (UBS). Harga saham perusahaan tersebut alami kenaikan sebesar 3 persen setelah perbankan Swiss tersebut sampaikan laporan keuangan dengan laba bersih sebesar 1,3 milliar Swiss franc ($1,3 milliar) untuk periode kuartal kedua tahun ini.

Saham Alphabet yang merupakan perusahaan induk dari Google juga terlihat alami kenaikan sebesar 4 persen pada premarket sore hari ini. Kenaikan tersebut terjadi setelah perusahaan sampaikan laporan keuangannya pagi hari ini.
Laba Alphabet pada kuartal kedua tahun ini sebenarnya terkena dampak denda sebesar $5 milliar yang dikenakan oleh regulasi Eropa akibat pelanggaran aturan monopoli, tetapi kinerja bisnis perusahaan yang alami peningkatan penjualan berhasil mensubtitusi pengaruh negatif dari denda tersebut.

Laba Alphabet untuk kuartal kedua tahun ini alami penurunan menjadi $3,2 milliar, alami penurunan sebesar $3,5 milliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jika Alphabet tidak terkena denda akibat pelanggaran tersebut maka laba perusahaan untuk kuartal kedua tahun ini akan berada pada angka $8,3 milliar.

Saat ditanya mengenai potensi dari adanya pengaruh negatif dari aturan regulasi Eropa yang sangat ketat terhadap bisnis perusahaan kedepannya, CEO Google Sundar Pichai menanggapinya dengan santai dengan menyatakan bahwa saat ini masih terlalu awal untuk berikan penilaian terhadap kondisi tersebut, dan Alphabet saat ini masih lakukan kajian lebih mendalam mengenai bisnis mereka di Eropa.

Terkait kinerja pergerakan bursa saham malam hari ini, sampai dengan sore hari ini berdasarkan pantauan, indek acuan saham berjangka Amerika terlihat masih cenderung tidak alami pergerakan, sedangkan di Eropa, bursa saham terlihat alami kenaikan pada awal pembukaannya.

Bursa saham Asia untuk hari Selasa ini berhasil ditutup dengan alami kenaikan. Adanya pernyataan dari pemerintah China mengenai paket stimulus ekonomi berikan pengaruh positip bagi pergerakan bursa saham di Asia. Ada harapan positip bahwa paket stimulus tersebut paling tidak dapat menolong dalam menekan pengaruh negatif dari perang perdagangan antara China-Amerika.

Indek acuan saham-saham utama China pada hari ini terlihat alami kenaikan sebesar 1,5 persen.

By |2018-07-24T17:46:01+00:00July 24th, 2018|Analisa|0 Comments

Leave A Comment