Analisa

  • EURUSD-30-Nop
    Pound Reli Berkat Deal Inggris-UE Pound Reli Berkat Deal Inggris-UE

    Pound Reli Berkat Deal Inggris-UE

Pound Reli Berkat Deal Inggris-UE

Sterling reli ke level tertinggi dalam dua bulan menyusul laporan Inggris dan Uni Eropa mencapai kesepakatan mengenai rancangan Brexit, di mana memberi jalan untuk negosiasi perdagangan.

Sterling melesat karena laporan kesepakatan awal terlah dicapai mengenai tuntutan Uni Eropa untuk kompensasi, membuka jalan untuk negosiasi perdagangan. Inggris semakin dekat mencapai kesepakatan dengan Uni Eropa, di mana London harus membayar kompensasi atau settlement kira-kira 60 miliar pound. Kedua belah pihak mengatakan jumlah kompensasi masih dalam tahap negosiasi.

Dengan adanya perkembangan ini, pasar mulai melihat adanya titik terang dalam transisis Brexit. Salah satu hal yang menjadi fokus adalah isu perdagangan. Dengan keluarnya Inggris dari Uni Eropa, Inggris otomatis kehilangan akses ke pasar tunggal. Namun Inggris masih bernegosiasi untuk tetap mendapatkan akses pasar. Dengan adanya wacana kompensasi ini, peluang terbuka bagi Inggris untuk berbicara soal perdagangan.

Sterling menguat 0,4% ke $1,3468 setelah menanjak 0,4% kemarin. Pound sempat menyentuh level $1,3480 atau tertinggi sejak 25 September. Sepanjang Nopember, sterling memperlihatkan kecenderungan menguat di tengah harapan mengenai tercapainya rancangan Brexit yang mendukung transisi yang mulus. Selama masih mampu bertahan di atas $1,34, pound tetap berpeluang untuk menuju $1,35.

Sementara itu, dollar stabil di dukung oleh data PDB AS, dimana angka kuartal ketiga direvisi naik menjadi 3,3% dari 3,0%. Pasar sedang menunggu perkembangan selanjutnya terkait RUU pajak. Selain itu, ada data Core PCE, yang diperkirakan naik ke 1,4% dari 1,3%. Indeks dollar stabil di 93,15 dan masih punya peluang untuk menuju 93,40-93,50. Terhadap yen, dollar diperdagangkan di 112, setelah menguat 0,4% kemarin.

EURUSD

USDJPY

GBPUSD

USDCHF

””

By |November 30, 2017 5:58 pm|Analisa|0 Comments
  • EURUSD-29-Nop
    Dollar Rebound Berkat Data & RUU Pajak Dollar Rebound Berkat Data & RUU Pajak

    Dollar Rebound Berkat Data & RUU Pajak

Dollar Rebound Berkat Data & RUU Pajak

Dollar berhasil rebound berkat data ekonomi AS dan perkembangan terbaru mengenai reformasi pajak AS serta pernyataan pernyataan calon ketua the Fed yang baru.

Data semalam menunjukkan sentimen konsumen veris Conference Board naik ke 129,5 di Nopember dari 126,2 di Oktober. Angka tersebut merupakan yang tertinggi dalam 17 tahun, mengindikasikan konsumen AS optimis memasuki musim liburan. Pandangan konsumen mengenai kondisi ekonomi terkini terus membaik, sedangkan ekspektasi mereka terkait prospek ke depan juga positif, karena terus tersedianya lapangan kerja. Konsumsi domestik berkonstribusi pada 2/3 ekonomi AS.

Dollar juga menguat setelah Senat Republik mencapai kemajuan dalam mewujudkan reformasi pajak. komite Senat memberi jalan untuk RUU pajak sebelum di bawa ke Senat penuh. Komite Anggaran Senat melalui voting 12-11 meloloskan RUU pajak. Anggota Republik mengatakan mereka sedang mengumpulkan dukungan agar RUU loslos di Senat, di mana Republik memegang mayoritas 52-48.

Pasar juga menyambut baik pencalonan Jerome Powell sebagai ketua the Fed pengganti Janet Yellen Februari nanti. Selain memperkuat sinyal kenaikan suku bunga pada Desember, ia menegaskan akan tetap menjalankan kebijakan yang sudah dirintis Yellen. Ia juga menyebut kemungkinan melonggarkan regulasi perbankan karena kondisinya sudah sehat.

Fokus nanti malam antara lain revisi angka PDB AS dan kesaksian Yellen di hadapan Kongres. PDB AS kuartal ketiga diperkirakan direvisi naik ke 3,2% dari 3,0%. Yellen diperkirakan akan menyampaikan laporan mengenai kondisi terkini dan memberikan gambaran terkait opsi kebijakan moneter. Pejabat the Fed lainnya yang akan berpidato adalah William Dudley.

Indeks dollar stabil di 93,15 hari ini setelah rebound kemarin dari level terendah dalam dua bulan. Selama menetap di atas 93, indeks berpeluang untuk menuju 93,75-94,00. Terhadap yen, dollar diperdagangkan di 111,50 setelah menguat 0,3% kemarin.

EURUSD

USDJPY

””

By |November 29, 2017 8:35 pm|Analisa|0 Comments
  • EURUSD-28-Nop
    Dollar Anjlok, Fokus ke Powell & RUU Pajak Dollar Anjlok, Fokus ke Powell & RUU Pajak

    Dollar Anjlok, Fokus ke Powell & RUU Pajak

Dollar Anjlok, Fokus ke Powell & RUU Pajak

Dollar jatuh ke level terendah dalam dua bulan terakhir karena munculnya isu rudal Korea Utara yang menekan sentimen pasar. Di saat yang sama, pasar masih mempertanyakan arah mengenai arah kebijakan fiskal dan moneter AS.

Diplomat Jepang kemarin memperingatkan bahwa sinyal radio yang terdeteksi dari Korea Utara mengindikasikan Pyongyang akan melakukan tes rudal balistik lagi dalam waktu dekat. Menurut Pejabat tersebut, yang dikutip oleh kantor berita Kyodo, peluncuran itu kemungkinan akan dilakukan dalam beberapa hari ke depan. Rencana peluncuran rudal balistik itu diyakini sebagai bagian dr latihan militer musim dingin Korut.

Isu geopolitik selalu memicu risk aversion, yaitu peralihan dana dari aset berisiko ke safe haven. Yen dan emas masih menjadi safe haven, terangkat ketika muncul ketegangan geopolitik. Yen juga diuntungkan oleh sinyal tentatif bahwa BOJ bisa memperketat kebijakan tahun depan. Namun masih ada pejabat yang ingin stimulus berjalan untuk waktu yang lama, mencerminkan Dalam interal BOJ masih ada perdebatan soal waktu exit strategy,

Kejatuhan dollar juga terjadi karena pasar mempertanyakan arah kebijakan fiskal dan moneter the Fed. Fokus kini tertuju ke rencana pertemuan Presiden Trump dengan Senat Republik untuk membahas reformasi pajak. Keduanya akan berdiskusi bagaimana meloloskan RUU pajak. Masih belum jelas apakah Republik mendapat suara cukup untuk meloloskannya, tapi beberapa anggota optimis rancangan segera rampung.

Pasar juga akan menyimak kesaksaian calon ketua the Fed Jerome Powell di hadapan Kongres. Pasar menunggu konfirmasi penunjukkan Powell sebagai pengganti Janet Yellen Februari nanti, sembari berharap adanya petunjuk mengenai arah kebijakan. Sejauh ini, Powell hanya mengatakan proses normalisasi kebijakan terus berjalan. Dua pejabat the Fed berpidato malam nanti, yaitu William Dudley dan Patrick Harker.

Indeks dollar stabil di 92,82 setelah sempat ke low di 92,41, terendah sejak September. Bila indeks berhasil menetap di atas 93,00-93,10, ada potensi untuk bergerak kembali menuju 93,40-93,50. […]

By |November 28, 2017 3:35 pm|Analisa|0 Comments
  • wall-street-002-300x166
    Penentuan Arah Kebijakan Fed Selanjutnya Penentuan Arah Kebijakan Fed Selanjutnya

    Penentuan Arah Kebijakan Fed Selanjutnya

Penentuan Arah Kebijakan Fed Selanjutnya

Perubahan arah kebijakan Fed selanjutnya akan menjadi fokus utama bagi para investor untuk minggu ini.

Gubernur Fed Jerome Powell, terpilih oleh President Donald Trump sebagai pemimpin Fed selanjutnya, akan sampaikan testomoninya didepan Senate Banking Committee pada hari Selasa terkiat konfirmasi dirinya yang terpilih sebagai ketua Fed dan kemungkinan besar dalam pernyataan yang akan disampaikannya tersebut juga akan berikan petunjuk penting mengenai rencana-rencana yang akan ia buat dalam memimpin Fed. Selanjutnya pada hari Rabu minggu ini, pemimpin Fed yang masih berjalan saat ini, Janet Yellen akan sampaikan testimoni mengenai ekonomi di Capitol Hill didepan Joint Economic Committee.

Powell kemungkinan besar akan sampaikan pernyataan berupa penghentian kebijakan moneter Yellen.

Pasar kemungkinan besar akan sangat memperhatikan apapun yang akan disampaikan oleh Powell, khususnya segala pernyataan yang disampaikan terkait inflasi, setelah sebelumnya laporan FOMC minutes perlihatkan adanya konflik mengenai pandangan Fed mengapa inflasi rendah dan apa yang selanjutnya akan dilakukan.

Setelah dirilisnya FOMC minutes tersebut terlihat nilai tukar dollar alami pelemahan dan cenderung diperdagangkan dengan alami pelemahan pada hari Jum’at minggu lalu.

Selain pernyataan-pernyataan yang akan disampaikan oleh para pemimpin Fed tersebut, pada minggu ini juga akan dirilis data personal consumption dan expenditure pada hari Kamis. Fed beige book mengenai kondisi ekonomi akan dirilis pada hari Rabu serta data bulanan penjualan otomotif dan data ISM akan dirilis pada hari Jum’at.

Para investor pasar modal pada minggu ini juga akan sangat sensitif terhadap hasil dari penjualan retail untuk awal musim liburan, termasuk juga hasil dari penjualan Cyber Monday.

Sektor retail S&P pada minggu lalu alami penurunan setengah persen dan cenderung alami volatilitas pergerakan. Disisi lain, saham Amazon bukukan rekor harga tertinggi pada hari Jum’at dengan kenaikan mendekati 5 persen dalam satu minggu. Belanja online saat ini mewakili belanja total sebesar 18 persen lebih tinggi dibandingkan Black […]

By |November 27, 2017 4:39 pm|Analisa|0 Comments
  • dolar fall
    Dollar Anjlok Karena Fed Minutes Dollar Anjlok Karena Fed Minutes

    Dollar Anjlok Karena Fed Minutes

Dollar Anjlok Karena Fed Minutes

Dollar dalam posisi defensif hari ini setelah anjlok semalam karena spekulasi the Fed tidak akan menormalisasi kebijakan moneter seagresif harapan. Pergerakan dollar diperkirakan tersendat hari ini karrena libur Thanksgiving di AS.,

FOMC Minutes yang dipublikasikan semalam menunjukkan para pejabat sepakat kenaikan suku bunga diperlukan dalam waktu dekat, menjadi sinyal terjelas the Fed akan menaikkan suku bunga Desember nanti. Namun notulen dari rapat 31 Oktober-1 Nopember itu juga memperlihatkan beberapa pejabat khawatir inflasi tetap di bawah target 2% lebih lama dari yang diperkirakan.

Minutes itu menunjukkan masih ada antara pejabat yang memandang the Fed bergerak terlalu lambat di tengah rendahnya tingkat pengangguran dan pejabat yang masih risau inflasi masih di bawah target. Meski optimis dengan prospek ekonomi, sebagian pejabat menekankan melihat data ekonomi mendatang sebelum menaikkan suku bunga lanjutan. Di saat yang sama, para pejabat juga mulai khawatir dengan valuasi pasar keuangan sudah tidak terkendali dan berpotensi membahayakan ekonomi.

Dengan ditutupnya pasar keuangan AS malam nanti untuk merayakan Thanksgiving dan perdagangan setengah hari besok, pergerakan dollar diperkirakan tipis di sisa minggu ini. Serangkaian even penting baru terjadwal minggu depan, dengan fokus utama kesaksian Ketua the Fed Janet Yellen di hadapan Kongres dan revisi angka PDB AS.

Indeks dollar berada di 93,07 setelah turun 0,8% kemarin. Penutupan di bawah 92,90-92,80 menjadi jalan untuk menuju bearish continuation dengan target selanjutnya di 92,50-92,40. Terhadap yen, dollar diperdagangkan di 111,27 setelah anjlok 1,2% kemarin, kejatuhan harian terbesar sejak Mei. Penutupan di bawah 110,90-110,80 menjadi sinyal untuk menuju 110 bawah.

Beralih ke mata uang lain, sterling stabil hari ini setelah menguat kemarin karena kejatuhan dollar dan di tengah kembalinya optimisme mengenai negosiasi Brexit. Menteri Urusan Brexit David Davis optimis kesepakatan bisa dicapai dengan Uni Eropa. Pergerakan sterling hari ini akan dipengaruhi oleh data PDB Inggris. […]

By |November 23, 2017 3:24 pm|Analisa|0 Comments
  • EURUSD-23-Nop
    Dollar Tak Banyak Gerak Jelang FOMC Minutes Dollar Tak Banyak Gerak Jelang FOMC Minutes

    Dollar Tak Banyak Gerak Jelang FOMC Minutes

Dollar Tak Banyak Gerak Jelang FOMC Minutes

Dollar belum menunjukkan banyak pergerakan sejak kemarin, tertahan karena pasar mulai menyorot kurva yield yang semakin flat. Selain itu, pelaku pasar enggan bertransaksi besar menjelang FOMC Minutes dan liburan Thanksgiving.

Kurva yield obligasi AS menipis jadi 60 bps, dengan sempat ke 57,4 bps untuk pertama kalinya dalam satu dekade. Selisih yield antara tenor dua dan 10 tahun sudah mengecil sebesar 20 bps bulan ini dan terendah sejak Oktober 2007. Yield dua tahun berada pada posisi 1,76% atau tertinggi dalam sembilan tahun, naik 80 bps sejak Desember 2015. Sedangkan yield tenor 10 tahun di 2,36%.

Kurva yield terus menipis karena investor sudah memfaktorkan the Fed akan terus menaikkan suku bunga. Departemen Keuangan AS lebih banyak mengeluarkan surat utang jangka pendek dan menengah, serta menunda surat utang jangka panjang. Di saat yang sama, inflasi dan yield global yang rendah mendukung obligasi jangka panjang.

Dollar juga tertahan karena investor enggan bertransaksi banyak menjelang liburan Thanksgiving. Fokus utama selanjutnya adalah FOMC Minutes untuk melihat pandangan pejabat the Fed soal perkembangan terkini. Notulen dari rapat 31 Oktober-1 Nopemberi itu akan dievaluasi apakah ada penegasan soal kenaikan suku bunga Desember nanti. Fed fund futures menempatkan probabilitas 92% untuk kenaikan di Desember itu. Sebelum Minutes, ada data durable goods orders AS.

Indeks dollar bertengger di 93,82 setelah gagal ditutup di atas 94 kemarin. Penutupan di bawah 93,75 bisa menjadi pertanda bearish. Potensi bearish bisa semakin terlihat bila menembus ke bawah 93,30. Terhadap yen, dollar melemah 0,2% ke 112,20 setelah jatuh kembali ke bawah support 112,50. Penutupan di bawah 111,80 memperbesar potensi bearish.
EURUSD

USDJPY

GBPUSD

USDCHF

By |November 22, 2017 3:18 pm|Analisa|0 Comments
  • dolar fall
    Dollar Rebound, Aussie Tenggelam Dollar Rebound, Aussie Tenggelam

    Dollar Rebound, Aussie Tenggelam

Dollar Rebound, Aussie Tenggelam

Dollar rebound kemarin berkat kenaikan yield obligasi AS dan kejatuhan euro, namun masih dibayangi oleh ketidakpastian reformasi pajak AS. Sedangkan aussie tenggelam ke level terendah dalam lima bulan karena RBA Minutes yang dovish.

Dollar rebound setelah yield obligasi AS naik di tengah prospek kenaikan suku bunga the Fed bulan depan. Yield obligasi tenor dua tahun naik ke level tertinggi dalam sembilan tahun di 1,755%. Sedangkan yield 10 tahun naik ke 2,37%. Yield AS terus menanjak di tengah proses normalisasi kebijakan the Fed. Tahun depan, the Fed diperkirakan menaikkan suku bunga beberapa kali lagi. Selain itu, yield AS relative lebih tinggi dari negara maju lainnya.

Dollar juga terangkat karena euro tergelincir oleh gejolak politik di Jerman, setelah Kanselir Angela Merkel gagal membentuk koalisi dengan dua partai lainnya. Merkel mengatakan akan bertemu dengan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier untuk memberitahukan bahwa ia gagal membentuk koalisi dengan Partai Hijau dan Partai Demokrat Bebas (FDP). Situasi ini membawa ekonomi terbesar Eropa itu dalam krisis politik.

Sayangnya dollar terhambat di tengah ketidakpastian RUU pajak. Menteri Keuangan Steve Mnuchin mengatakan rancangan pajak diharapkan bisa disetujui dan dikirimkan ke Presiden Trump sebelum Natal. Namun Kongres dan Senat punya rancangan yang berbeda dan diperkirakan butuh waktu agar keduanya dapat mufakat. Pasar kini ragu rancangan bisa lolos sebelum akhir tahun.

Tidak ada even penting terjadwal malam nanti, tapi serangkaian data AS akan diumumkan besok malam dan ada FOMC Minutes. Pergerakan dollar kemungkinan tersendat menjelang Fed Minutes. Indeks dollar bertengger di 93,94 setelah naik 0,3% kemarin. Indeks berhasil kembali ke atas 93,75 dan penutupan di atas 94 menjaga momentum bullish. Terhadap yen, dollar diperdagangkan di 112,53 setelah rebound 0,4% kemarin. Selama masih ditutup di atas 112,50 dollar punya peluang lanjutkan rebound.

Sementara itu, aussie jatuh ke level terendah dalam lima […]

By |November 21, 2017 3:09 pm|Analisa|0 Comments
  • EURUSD-20-Nop
    Isu Politik Jerman Benamkan Euro Isu Politik Jerman Benamkan Euro

    Isu Politik Jerman Benamkan Euro

Isu Politik Jerman Benamkan Euro

Euro tergelincir atas dollar dan yen hari ini setelah Kanselir Angela Merkel gagal membentuk koalisi pemerintahan dengan dua partai lainnya, menimbulkan kekhawatiran mengenai ketidakpastian politik di Jerman.

Merkel mengatakan akan bertemu dengan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier untuk memberitahukan bahwa ia gagal membentuk koalisi dengan Partai Hiujau dan Partai Demokrat Bebas (FDP). Keputusan bertemu presiden, yang punya wewenang untuk menggelar pemilu baru, mengindikasikan bahwa Merkel tidak mencari pemerintah minoritas dengan Green setelah FDP di luar dugaan mundur dari negosiasi koalisi.

Perkembangan politik di Jerman akan menjadi penentu pergerakan euro minggu ini. Sejauh mana Jerman bisa mengatasi gejolak politik tersebut akan tercermin dari pergerakan euro. Namun isu politik Jerman ini kemungkinan hanya sementara, dalam jangka panjang tetap kebijakan ECB lah yang menjadi penggerak utama. Presiden ECB Mario Draghi akan berpidato di Brussel hari ini, menjadi fokus untuk mencari petunjuk soal arah kebijakan.

Euro sedang menuju performa terbaiknya dalam satu dekade, sudah menguat 10% tahun ini. Pemulihan ekonomi blok mata uang itu dan prospek tapering ECB menjadi faktor yang melambungkannya. Selain itu, stabilitas politik, menyusul kalahnya kubu populis dalam pemilu di Perancis dan Belanda, turut berkontribusi atas penguatan tersebut.

Dalam perdagangan di Asia, euro melemah 0,3% ke $1,1737 setelah menguat 0,2% akhir pekan lalu. Penutupan di bawah $1,17 membuka potensi bearish continuation dengan target $1,16. Terhadap yen, euro melemah 0,4% ke 131,44 setelah turun 0,4% akhir pekan lalu. Dengan posisinya di bawah MA 10 & 25, potensi bearish semakin besar.

EURUSD

USDJPY

GBPUSD

USDCHF

AUDUSD

By |November 20, 2017 3:18 pm|Analisa|0 Comments
  • EURUSD-17-Nop
    Isu Politik AS Tekan Dollar Isu Politik AS Tekan Dollar

    Isu Politik AS Tekan Dollar

Isu Politik AS Tekan Dollar

Dollar melemah hari ini karena munculnya isu politik terkait laporan dari Wall Street Journal bahwa penyidik federal telah memanggil salah satu petugas kampanye Presiden Trump. Padahal dollar sempat terangkat oleh pernyataan pejabat the Fed dan RUU pajak.

Tim penasihat khusus Robert Mueller mengeluarkan surat panggilan kepada tim kampanye Trump pertengahan Oktober lalu untuk meminta dokumen terkait Rusia dari beberapa anggota tim. WSJ menyebut subpoena itu sebagai perintah resmi pertama untuk menggali informasi dari tim kampanye. Mueller bertugas menyelidiki intervensi Rusia dan potensi kolusi dengan Trump dalam pemilu 2016.

Menurut analis, aksi jual dollar meningkat setelah laporan dari WSJ itu. Permintaan dollar dari investor internasional masih tinggi tapi aksi jual oleh spekulan ternyata lebih kuat. Pergerakan diperkirakan fluktuatif di saat pelaku pasar menyesuaikan posisi menjelang Thanksgiving. Namun bukan berarti bakal ada perubahan tren dalam waktu dekat.

Dollar sempat terangkat setelah Kongres menyetujui serangkaian paket pemotongan pajak untuk bisnis, individu dan keluarga, semakin mendekatkan Republik dan pemerintahan Trump menuju reformasi pajak terbesar dalam sejarah. Dollar juga terangkat oleh pernyataan beberapa pejabat the Fed. Presiden the Fed distrik Dallas Robert Kaplan mengatakan penurunan tingkat pengangguran dapat memicu kenaikan suku bunga. Presiden distrik San Fransisco John Williams mengatakan ekonomi AS tumbuh bagus sehingga cukup untuk menaikkan rate hingga 2,5% dalam beberapa tahun ke depan.

Indeks dollar turun 0,2% ke 93,50 setelah sempat naik 0,1% kemarin. Bila indeks ditutup di bawah 93,30-93,20 ada potensi menembus ke bawah 93. Terhadap yen, dollar melemah 0,4% ke 112,50 yang menjadi support. Bila ditutup di bawah support itu, dollar terancam menuju 112.

EURUSD

USDJPY

GBPUSD

USDCHF

By |November 17, 2017 4:46 pm|Analisa|0 Comments
  • EURUSD-16-Nop
    Dollar Rebound Berkat Short Covering Pasca Data Dollar Rebound Berkat Short Covering Pasca Data

    Dollar Rebound Berkat Short Covering Pasca Data

Dollar Rebound Berkat Short Covering Pasca Data

Dollar berhasil rebound berkat aksi short covering menyusul data ekonomi AS yang mendukung prospek kenaikan suku b unga. Namun pergerakan masih rentan di tengah ketidakpastian reformasi pajak AS.
Data semalam menunjukkan inflasi inti AS naik ke 1,8% di Oktober dari 1,7% di September. Sedangkan inflasi keseluruhan melambat ke 2,0% dari 2,2%. Ekonom mengatakan kenaikan inflasi inti mendukung prospek berlanjutnya normalisasi kebijakan moneter. Penjualan ritel tumbuh 0,2% selama Oktober, di atas prediksi 0% berkat diskon di sektor otomotif.

Fed fund futures menempatkan probabilitas 97% terjadi kenaikan suku bunga pada Desember. Bahkan beberapa kalangan optimis the Fed bisa menaikkan suku bunganya beberapa kali tahun depan. Capital Economics memproyeksikan kenaikan suku bunga empat kali lagi pada 2018. Pejabat the Fed yang tampil di publik di sisa minggu ini antara lain Loretta Mester, Lael Brainard dan Robert Kaplan.

Namun pergerakan dollar masih dibayangi oleh ketidakpastian mengenai RUU pajak. Beberapa anggota Kongres Republik mengkritik anggota Senat dari partai yang sama mengenai rancangan pajak yang berbeda, mengindikasikan adanya perbedaan pandangan dalam partai tersebut. Untuk saat ini, fokus utama masih RUU pajak, dengan harapan ada kompromi. Tapi sebagian kalangan meragukan RUU tersebut bisa lolos sebelum akhir tahun.

Indeks dollar berada di 93,80 setelah rebound dari 93,30 kemarin. Bila berhasil ditutup di atas 93,75 maka ada peluang untuk kelanjutan rebound dengan target terdekat 94,20-94,30. Tapi bila support 93,30-93,20 ditembus, indeks terancam menuju ke 93,00. Terhadap yen, dollar menguat 0,1% ke 113,02 setelah berhasil bertahan di atas support 112,50.

Sementara itu, sterling stabil hari ini namun masih dibayangi oleh ketidakpastian politik. Terancamnya masa depan Perdana Menteri Theresa May dan terkatung-katungnya negosiasi dengan Uni Eropa, menyebabkan sterling masih dalam jeratan bearish. Fokus hari ini adalah beberapa pejabat BOE akan berpidato dengan salah satunya Gubernur Mark Carney. Sterling diperdagangkan di […]

By |November 16, 2017 4:42 pm|Analisa|0 Comments