Analisa

  • dolar fall
    Dollar Anjlok Karena Fed Minutes Dollar Anjlok Karena Fed Minutes

    Dollar Anjlok Karena Fed Minutes

Dollar Anjlok Karena Fed Minutes

Dollar dalam posisi defensif hari ini setelah anjlok semalam karena spekulasi the Fed tidak akan menormalisasi kebijakan moneter seagresif harapan. Pergerakan dollar diperkirakan tersendat hari ini karrena libur Thanksgiving di AS.,

FOMC Minutes yang dipublikasikan semalam menunjukkan para pejabat sepakat kenaikan suku bunga diperlukan dalam waktu dekat, menjadi sinyal terjelas the Fed akan menaikkan suku bunga Desember nanti. Namun notulen dari rapat 31 Oktober-1 Nopember itu juga memperlihatkan beberapa pejabat khawatir inflasi tetap di bawah target 2% lebih lama dari yang diperkirakan.

Minutes itu menunjukkan masih ada antara pejabat yang memandang the Fed bergerak terlalu lambat di tengah rendahnya tingkat pengangguran dan pejabat yang masih risau inflasi masih di bawah target. Meski optimis dengan prospek ekonomi, sebagian pejabat menekankan melihat data ekonomi mendatang sebelum menaikkan suku bunga lanjutan. Di saat yang sama, para pejabat juga mulai khawatir dengan valuasi pasar keuangan sudah tidak terkendali dan berpotensi membahayakan ekonomi.

Dengan ditutupnya pasar keuangan AS malam nanti untuk merayakan Thanksgiving dan perdagangan setengah hari besok, pergerakan dollar diperkirakan tipis di sisa minggu ini. Serangkaian even penting baru terjadwal minggu depan, dengan fokus utama kesaksian Ketua the Fed Janet Yellen di hadapan Kongres dan revisi angka PDB AS.

Indeks dollar berada di 93,07 setelah turun 0,8% kemarin. Penutupan di bawah 92,90-92,80 menjadi jalan untuk menuju bearish continuation dengan target selanjutnya di 92,50-92,40. Terhadap yen, dollar diperdagangkan di 111,27 setelah anjlok 1,2% kemarin, kejatuhan harian terbesar sejak Mei. Penutupan di bawah 110,90-110,80 menjadi sinyal untuk menuju 110 bawah.

Beralih ke mata uang lain, sterling stabil hari ini setelah menguat kemarin karena kejatuhan dollar dan di tengah kembalinya optimisme mengenai negosiasi Brexit. Menteri Urusan Brexit David Davis optimis kesepakatan bisa dicapai dengan Uni Eropa. Pergerakan sterling hari ini akan dipengaruhi oleh data PDB Inggris. […]

By |November 23, 2017 3:24 pm|Analisa|0 Comments
  • EURUSD-23-Nop
    Dollar Tak Banyak Gerak Jelang FOMC Minutes Dollar Tak Banyak Gerak Jelang FOMC Minutes

    Dollar Tak Banyak Gerak Jelang FOMC Minutes

Dollar Tak Banyak Gerak Jelang FOMC Minutes

Dollar belum menunjukkan banyak pergerakan sejak kemarin, tertahan karena pasar mulai menyorot kurva yield yang semakin flat. Selain itu, pelaku pasar enggan bertransaksi besar menjelang FOMC Minutes dan liburan Thanksgiving.

Kurva yield obligasi AS menipis jadi 60 bps, dengan sempat ke 57,4 bps untuk pertama kalinya dalam satu dekade. Selisih yield antara tenor dua dan 10 tahun sudah mengecil sebesar 20 bps bulan ini dan terendah sejak Oktober 2007. Yield dua tahun berada pada posisi 1,76% atau tertinggi dalam sembilan tahun, naik 80 bps sejak Desember 2015. Sedangkan yield tenor 10 tahun di 2,36%.

Kurva yield terus menipis karena investor sudah memfaktorkan the Fed akan terus menaikkan suku bunga. Departemen Keuangan AS lebih banyak mengeluarkan surat utang jangka pendek dan menengah, serta menunda surat utang jangka panjang. Di saat yang sama, inflasi dan yield global yang rendah mendukung obligasi jangka panjang.

Dollar juga tertahan karena investor enggan bertransaksi banyak menjelang liburan Thanksgiving. Fokus utama selanjutnya adalah FOMC Minutes untuk melihat pandangan pejabat the Fed soal perkembangan terkini. Notulen dari rapat 31 Oktober-1 Nopemberi itu akan dievaluasi apakah ada penegasan soal kenaikan suku bunga Desember nanti. Fed fund futures menempatkan probabilitas 92% untuk kenaikan di Desember itu. Sebelum Minutes, ada data durable goods orders AS.

Indeks dollar bertengger di 93,82 setelah gagal ditutup di atas 94 kemarin. Penutupan di bawah 93,75 bisa menjadi pertanda bearish. Potensi bearish bisa semakin terlihat bila menembus ke bawah 93,30. Terhadap yen, dollar melemah 0,2% ke 112,20 setelah jatuh kembali ke bawah support 112,50. Penutupan di bawah 111,80 memperbesar potensi bearish.
EURUSD

USDJPY

GBPUSD

USDCHF

By |November 22, 2017 3:18 pm|Analisa|0 Comments
  • dolar fall
    Dollar Rebound, Aussie Tenggelam Dollar Rebound, Aussie Tenggelam

    Dollar Rebound, Aussie Tenggelam

Dollar Rebound, Aussie Tenggelam

Dollar rebound kemarin berkat kenaikan yield obligasi AS dan kejatuhan euro, namun masih dibayangi oleh ketidakpastian reformasi pajak AS. Sedangkan aussie tenggelam ke level terendah dalam lima bulan karena RBA Minutes yang dovish.

Dollar rebound setelah yield obligasi AS naik di tengah prospek kenaikan suku bunga the Fed bulan depan. Yield obligasi tenor dua tahun naik ke level tertinggi dalam sembilan tahun di 1,755%. Sedangkan yield 10 tahun naik ke 2,37%. Yield AS terus menanjak di tengah proses normalisasi kebijakan the Fed. Tahun depan, the Fed diperkirakan menaikkan suku bunga beberapa kali lagi. Selain itu, yield AS relative lebih tinggi dari negara maju lainnya.

Dollar juga terangkat karena euro tergelincir oleh gejolak politik di Jerman, setelah Kanselir Angela Merkel gagal membentuk koalisi dengan dua partai lainnya. Merkel mengatakan akan bertemu dengan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier untuk memberitahukan bahwa ia gagal membentuk koalisi dengan Partai Hijau dan Partai Demokrat Bebas (FDP). Situasi ini membawa ekonomi terbesar Eropa itu dalam krisis politik.

Sayangnya dollar terhambat di tengah ketidakpastian RUU pajak. Menteri Keuangan Steve Mnuchin mengatakan rancangan pajak diharapkan bisa disetujui dan dikirimkan ke Presiden Trump sebelum Natal. Namun Kongres dan Senat punya rancangan yang berbeda dan diperkirakan butuh waktu agar keduanya dapat mufakat. Pasar kini ragu rancangan bisa lolos sebelum akhir tahun.

Tidak ada even penting terjadwal malam nanti, tapi serangkaian data AS akan diumumkan besok malam dan ada FOMC Minutes. Pergerakan dollar kemungkinan tersendat menjelang Fed Minutes. Indeks dollar bertengger di 93,94 setelah naik 0,3% kemarin. Indeks berhasil kembali ke atas 93,75 dan penutupan di atas 94 menjaga momentum bullish. Terhadap yen, dollar diperdagangkan di 112,53 setelah rebound 0,4% kemarin. Selama masih ditutup di atas 112,50 dollar punya peluang lanjutkan rebound.

Sementara itu, aussie jatuh ke level terendah dalam lima […]

By |November 21, 2017 3:09 pm|Analisa|0 Comments
  • EURUSD-20-Nop
    Isu Politik Jerman Benamkan Euro Isu Politik Jerman Benamkan Euro

    Isu Politik Jerman Benamkan Euro

Isu Politik Jerman Benamkan Euro

Euro tergelincir atas dollar dan yen hari ini setelah Kanselir Angela Merkel gagal membentuk koalisi pemerintahan dengan dua partai lainnya, menimbulkan kekhawatiran mengenai ketidakpastian politik di Jerman.

Merkel mengatakan akan bertemu dengan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier untuk memberitahukan bahwa ia gagal membentuk koalisi dengan Partai Hiujau dan Partai Demokrat Bebas (FDP). Keputusan bertemu presiden, yang punya wewenang untuk menggelar pemilu baru, mengindikasikan bahwa Merkel tidak mencari pemerintah minoritas dengan Green setelah FDP di luar dugaan mundur dari negosiasi koalisi.

Perkembangan politik di Jerman akan menjadi penentu pergerakan euro minggu ini. Sejauh mana Jerman bisa mengatasi gejolak politik tersebut akan tercermin dari pergerakan euro. Namun isu politik Jerman ini kemungkinan hanya sementara, dalam jangka panjang tetap kebijakan ECB lah yang menjadi penggerak utama. Presiden ECB Mario Draghi akan berpidato di Brussel hari ini, menjadi fokus untuk mencari petunjuk soal arah kebijakan.

Euro sedang menuju performa terbaiknya dalam satu dekade, sudah menguat 10% tahun ini. Pemulihan ekonomi blok mata uang itu dan prospek tapering ECB menjadi faktor yang melambungkannya. Selain itu, stabilitas politik, menyusul kalahnya kubu populis dalam pemilu di Perancis dan Belanda, turut berkontribusi atas penguatan tersebut.

Dalam perdagangan di Asia, euro melemah 0,3% ke $1,1737 setelah menguat 0,2% akhir pekan lalu. Penutupan di bawah $1,17 membuka potensi bearish continuation dengan target $1,16. Terhadap yen, euro melemah 0,4% ke 131,44 setelah turun 0,4% akhir pekan lalu. Dengan posisinya di bawah MA 10 & 25, potensi bearish semakin besar.

EURUSD

USDJPY

GBPUSD

USDCHF

AUDUSD

By |November 20, 2017 3:18 pm|Analisa|0 Comments
  • EURUSD-17-Nop
    Isu Politik AS Tekan Dollar Isu Politik AS Tekan Dollar

    Isu Politik AS Tekan Dollar

Isu Politik AS Tekan Dollar

Dollar melemah hari ini karena munculnya isu politik terkait laporan dari Wall Street Journal bahwa penyidik federal telah memanggil salah satu petugas kampanye Presiden Trump. Padahal dollar sempat terangkat oleh pernyataan pejabat the Fed dan RUU pajak.

Tim penasihat khusus Robert Mueller mengeluarkan surat panggilan kepada tim kampanye Trump pertengahan Oktober lalu untuk meminta dokumen terkait Rusia dari beberapa anggota tim. WSJ menyebut subpoena itu sebagai perintah resmi pertama untuk menggali informasi dari tim kampanye. Mueller bertugas menyelidiki intervensi Rusia dan potensi kolusi dengan Trump dalam pemilu 2016.

Menurut analis, aksi jual dollar meningkat setelah laporan dari WSJ itu. Permintaan dollar dari investor internasional masih tinggi tapi aksi jual oleh spekulan ternyata lebih kuat. Pergerakan diperkirakan fluktuatif di saat pelaku pasar menyesuaikan posisi menjelang Thanksgiving. Namun bukan berarti bakal ada perubahan tren dalam waktu dekat.

Dollar sempat terangkat setelah Kongres menyetujui serangkaian paket pemotongan pajak untuk bisnis, individu dan keluarga, semakin mendekatkan Republik dan pemerintahan Trump menuju reformasi pajak terbesar dalam sejarah. Dollar juga terangkat oleh pernyataan beberapa pejabat the Fed. Presiden the Fed distrik Dallas Robert Kaplan mengatakan penurunan tingkat pengangguran dapat memicu kenaikan suku bunga. Presiden distrik San Fransisco John Williams mengatakan ekonomi AS tumbuh bagus sehingga cukup untuk menaikkan rate hingga 2,5% dalam beberapa tahun ke depan.

Indeks dollar turun 0,2% ke 93,50 setelah sempat naik 0,1% kemarin. Bila indeks ditutup di bawah 93,30-93,20 ada potensi menembus ke bawah 93. Terhadap yen, dollar melemah 0,4% ke 112,50 yang menjadi support. Bila ditutup di bawah support itu, dollar terancam menuju 112.

EURUSD

USDJPY

GBPUSD

USDCHF

By |November 17, 2017 4:46 pm|Analisa|0 Comments
  • EURUSD-16-Nop
    Dollar Rebound Berkat Short Covering Pasca Data Dollar Rebound Berkat Short Covering Pasca Data

    Dollar Rebound Berkat Short Covering Pasca Data

Dollar Rebound Berkat Short Covering Pasca Data

Dollar berhasil rebound berkat aksi short covering menyusul data ekonomi AS yang mendukung prospek kenaikan suku b unga. Namun pergerakan masih rentan di tengah ketidakpastian reformasi pajak AS.
Data semalam menunjukkan inflasi inti AS naik ke 1,8% di Oktober dari 1,7% di September. Sedangkan inflasi keseluruhan melambat ke 2,0% dari 2,2%. Ekonom mengatakan kenaikan inflasi inti mendukung prospek berlanjutnya normalisasi kebijakan moneter. Penjualan ritel tumbuh 0,2% selama Oktober, di atas prediksi 0% berkat diskon di sektor otomotif.

Fed fund futures menempatkan probabilitas 97% terjadi kenaikan suku bunga pada Desember. Bahkan beberapa kalangan optimis the Fed bisa menaikkan suku bunganya beberapa kali tahun depan. Capital Economics memproyeksikan kenaikan suku bunga empat kali lagi pada 2018. Pejabat the Fed yang tampil di publik di sisa minggu ini antara lain Loretta Mester, Lael Brainard dan Robert Kaplan.

Namun pergerakan dollar masih dibayangi oleh ketidakpastian mengenai RUU pajak. Beberapa anggota Kongres Republik mengkritik anggota Senat dari partai yang sama mengenai rancangan pajak yang berbeda, mengindikasikan adanya perbedaan pandangan dalam partai tersebut. Untuk saat ini, fokus utama masih RUU pajak, dengan harapan ada kompromi. Tapi sebagian kalangan meragukan RUU tersebut bisa lolos sebelum akhir tahun.

Indeks dollar berada di 93,80 setelah rebound dari 93,30 kemarin. Bila berhasil ditutup di atas 93,75 maka ada peluang untuk kelanjutan rebound dengan target terdekat 94,20-94,30. Tapi bila support 93,30-93,20 ditembus, indeks terancam menuju ke 93,00. Terhadap yen, dollar menguat 0,1% ke 113,02 setelah berhasil bertahan di atas support 112,50.

Sementara itu, sterling stabil hari ini namun masih dibayangi oleh ketidakpastian politik. Terancamnya masa depan Perdana Menteri Theresa May dan terkatung-katungnya negosiasi dengan Uni Eropa, menyebabkan sterling masih dalam jeratan bearish. Fokus hari ini adalah beberapa pejabat BOE akan berpidato dengan salah satunya Gubernur Mark Carney. Sterling diperdagangkan di […]

By |November 16, 2017 4:42 pm|Analisa|0 Comments
  • EURUSD-15-Nop
    Euro reli Berkat Data Euro reli Berkat Data

    Euro reli Berkat Data

Euro reli Berkat Data

Euro mencatat penguatan harian terbesarnya dalam 2,5 bulan menyusul data ekonomi Jerman dan zona euro yang menunjukkan pertumbuhan pesat, yang membawa mata uang tunggal Eropa itu ke level tertinggi dalam tiga minggu.

Data kemarin menunjukkan PDB Jerman tumbuh 2,8% selama kuartal ketiga, di atas prediksi 2,3%. Pertumbuhan pesat ini didorong oleh ekspor dan investasi. Data itu menambah optimisme mengenai prospek ekonomi terbesar Eropa itu, dengan proyeksi terbaru memperkirakan kuartal selanjutnya PDB bisa menyentuh 3%. Pesatnya pertumbuhan Jerman mendorong pertumbuhan zona euro.

PDB blok tersebut tumbuh 2,5% selama kuartal ketiga, sesuai prediksi. Angka capaian pertumbuhan zona euro itu juga lebih baik dari AS yang 2,3%. Bahkan Italia, yang selama ini lesu, mulai menunjukkan perbaikan dengan tumbuh 1,8%. Dengan ini, euro berpotensi mencatat pertumbuhan lebih baik dari AS untuk dua tahun berturut-turut. Pertumbuhan zona euro tahun ini diperkirakan menjadi yang terpesat sejak 2007.

Data ekonomi yang terus memperlihatkan perbaikan dan stabilitas politik menjadi faktor yang mengangkat euro tahun ini. Dengan sudah menguat 10% sepanjang 2017, euro sedang menuju performa terbaiknya dalam satu dekade. Dalam perdagangan di Asia, euro stabil di $1,1796 setelah menguat 1,2% kemarin. Penguatan kemarin berhasil membawa posisi harga di atas MA 25 dan MA 10. Dengan RSI (14) masih di atas 50, kondisi bullish masih terjaga. Dalam jangka pendek, target terdekat adalah $1,1900.

Sementara itu, dollar tergelincir kemarin akibat penguatan euro dan ketidakpastian RUU pajak. Kekhawatiran rencana pemotongan pajak tertunda menekan dollar dalam beberapa sesi terakhir. Dollar tetap jatuh meski prospek kenaikan suku bunga pada Desember tetap tinggi. Fed fund futures menempatkajn probabilitas 96% rate dinaikkan di bulan itu. Fokus selanjutnya adalah data inflasi AS, yang diperkirakan akan menunjukkan perlambatan dari 2,2% ke 2,0%.

Indeks dollar berada di 93,70 setelah turun 1,1% kemarin. Bila indeks gagal bertahan di […]

By |November 15, 2017 6:30 pm|Analisa|0 Comments
  • EURUSD-14-Nop
    Dollar Ditopang Yield, Sterling Rentan Dollar Ditopang Yield, Sterling Rentan

    Dollar Ditopang Yield, Sterling Rentan

Dollar Ditopang Yield, Sterling Rentan

Dollar mendapat support dari kenaikan yield obligasi AS, namun masih terjebak dalam range sempit di tengah ketidakpastian RUU pajak. Sedangkan sterling stabil hari ini setelah jatuh kemarin namun masih rentan di tengah gejolak politik Inggris.

Yield obligasi AS tenor dua tahun naik ke level tertinggi dalam sembilan tahun, didukung oleh ekspektasi kenaikan suku bunga the Fed. Sedangkan yield tenor 10 tahun naik ke 2,405% dari 2,400%. Dibandingkan negara maju lain, yield AS masih lebih tinggi. Jerman, Jepang dan Inggris lebih rendah karena masih memberlakukan kebijakan moneter longgar.

Tapi dollar kesulitan bergerak banyak saat pasar masih menunggu perkembangan terkait reformasi pajak. Senat mengumumkan rancangan pajak yang berbeda dengan versi Kongres, dengan mempertimbangan menunda pemotongan pajak korporat menjadi 20% dari 35% sampai 2019. Pasar ingin melihat apakah ada kompromi dari keduanya untuk menyatukan RUU pajak. Semakin tertundanya RUU ini bisa memberi tekanan ke dollar.

Indeks dollar bertengger di 94,37 setelah flat selama dua sesi sebelummnya. Belum ada banyak pergerakan dan masih terjebak dalam kisaran 94,00-94,50. Terhadap yen, dollar diperdagangkan di 113,60 masih bergerak di range 113-114. Atas franc pun dollar flat, diperdagangkan di 0.9961 setelah flat kemarin.

Sementara itu, sterling anjlok karena laporan sekitar 40 anggota parlemen dari partai Konservatif, tempat bernaungnya May, sepakat untuk menandatanagi surat mosi tidak percaya. Parlemen juga akan mendiskusikan rencana pemerintahan mengenai Brexit. Debat mengenai RUU Brexit itu akan dilakukan hari ini dan besok. Sterling diperdagangkan di $1,3118 setelah melemah 0,3% kemarin dan mampu bertahan di atas support $1,3060.

Salah satu even penting terjadwal hari ini adalah even yang diselenggarakan oleh ECB, di mana tidak hanya dihadiri oleh sang presiden Mario Draghi, tapi juga Ketua the Fed Janet Yellen, Gubernur BOE Mark Carney dan BOJ Haruhiko Kuroda. Even lainnya adalah data PDB zona euro dan inflasi […]

By |November 14, 2017 5:44 pm|Analisa|0 Comments
  • EURUSD-13-Nop
    Pound Terjungkal Karena Ketidakpastian Politik Inggris Pound Terjungkal Karena Ketidakpastian Politik Inggris

    Pound Terjungkal Karena Ketidakpastian Politik Inggris

Pound Terjungkal Karena Ketidakpastian Politik Inggris

Pound tergelincir hari ini di tengah munculnya ancaman terhadap posisi Perdana Menteri Theresa May menyusul laporan sebagian anggota parlemen ingin menyampaikan mosi tidak percaya. Posisi May terancam di saat negosiasi Brexit mendekati tenggat waktu.

Surat kabar Sunday Times melaporkan sekitar 40 anggota parlemen dari partai Konservatif, tempat bernaungnya May, sepakat untuk menandatanagi surat mosi tidak percaya. Bila mencapai 48, maka dapat memicu perubahan pemimpin partai, mekanisme yang dapat memaksa May dicopot dan diganti oleh kandidat dari Konservatif.

Secara terpisah, Menteri Urusan Brexit David Davis kemarin mengatakan pemerintah Inggris tidak akan menawarkan formula atau jumlah mengenai seberapa banyak berutang pada Uni Eropa, mencerminkan kurangnya kemajuan dalam negosiasi. Bahkan pihak Uni Eropa sendiri sedang mempersiapkan rencana bila negosiasi kandas.

Ketidakpastian politik di Inggris kemungkinan dapat menekan performa sterling minggu ini. Sembari mengamati perkembangan politik, pasar menantikan beberapa data penting seperti inflasi, ketenagakerjaan dan manufaktur. Ada tanda-tanda tekanan inflasi berkurang dapat menjadi indikasi BOE semakin sulit memperketata kebijakan.

Dalam perdagangan di Asia, sterling melemah 0,3% ke $1,3120 setelah sempat menguat 0,4% akhir pekan lalu, sterling gagal menembus $1,3250. Bila ditutup di bawah $1,3060, sterling dapat memasuki bearish continuation dengan bisa jatuh ke bawah $1,3000. Terhadap yen, sterling melemah 0,1% ke 149,08 masih bergerak dalam kisaran 148-150.

Sementaara itu, dollar berhasil rebound tipis berkat kenaikan yield obligasi AS. Namun masih terhambat di tengah ketidakpastian mengenai reformasi pajak. Senat Republik mengumumkan rancangan pajak yang berbeda dari Kongres, dimana menunda pemotongan pajak sampai 2019. Pasar menunggu adanya kompromi untuk menyatukan rancana tersebut. Sembari menunggu perkembangan soal RUU pajak, pasar menantikan data ekonomi AS selanjutnya, yaitu inflasi.

Indeks dollar berada di 94,41 setelah turun 0,1% akhir pekan lalu. Indeks masih bergerak di bawah 94,50 tapi bila level ini ditembus, indeks berpeluang menuju 95,00. Sebaliknya bila jatuh ke […]

By |November 13, 2017 7:19 pm|Analisa|0 Comments
  • EURUSD-10-Nop
    Dollar Jatuh Karena RUU Pajak Senat Dollar Jatuh Karena RUU Pajak Senat

    Dollar Jatuh Karena RUU Pajak Senat

Dollar Jatuh Karena RUU Pajak Senat

Dollar tergelincir atas major currencies menyusul ketidakpastian reformasi pajak AS akibat munculnya rancangan pajak versi Senat.
Senat semalam mengumumkan rancangan pajak yang berbeda dengan versi Kongres. Senat Republik mempertimbangan menunda pemotongan pajak korporat menjadi 20% dari 35% sampai 2019. Rancangan Senat juga berbeda dalam beberapa hal lain, seperti deduksi pajak lokal dan negara bagian, dan pajak warisan. Padahal wacana reformasi pajak ini menjadi salah satu faktor yang melambungkan dollar.
Dollar menyentuh level tertinggi dalam tiga bulan berkat ekspektasi reformasi pajak yang dicanangkan pemerintahan Trump akan mendorong ekonomi dan suku bunga. Pemotongan pajak dianggap berpotensi menambah aliran dana ke AS, pasalnya banyak perusahaan AS yang menyimpan uang di luar negeri karena tingginya pajak.
Tanda-tanda penundaan pelaksanaaan pemotongan pajak atau terkatung-katungnya reformasi pajak berpotensi menekan dollar. Apalagi, posisi dollar yang sudah cukup tinggi. Situasi terkini menjadi momentum untuk penyesuaian posisi setelah menyentuh level tertinggi dalam tiga bulan akhir Oktober lalu. Sepanjang dua minggu terakhir, dollar berkonsolidasi. Penyesuaian posisi mungkin harus dijalani dollar namun bukan berarti perubahan tren bakal terlihat.
Indeks dollar berada di 94,37 setelah turun 0,3% kemarin. Indeks tembus support 94,50 dan kini terancam menuju 94,00. Penutupan di bawah itu, menjadi pembuka indeks menuju 93,70-93,50. Terhadap yen, dollar diperdagangkan di 113,38 setelah melemah 0,3% kemarin. Penutupan di bawah 133.00 semakin membuka potensi bearish.

EURUSD

USDJPY

GBPUSD

USDCHF

AUDUSD

By |November 10, 2017 7:09 pm|Analisa|0 Comments